Seperti yang diungkapkan Herman, juragan bengkel mobil YKB Edhaso
Jl. Raya Hankam Ujung Aspal Jatimurni Bekasi, saat dikunjung detikOto akhir pekan lalu.
"Cita-cita saya dalam modifikasi angkot, saya ingin menggunakan lampu bulat LED dan HID yang cantik. Tapi sampai saat ini saya belum menemukan yang pas," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya mas, sebenernya kita mau angkot kita menjadi ceper. Tapi jalanan tidak memungkinkan, banyaknya jalanan berlubang dan tanggul-tanggul besar seperti di Pinang Ranti Jakarta Timur membuat kita malas untuk menjadikan mobil kita menjadi ceper," ujar Alex Datuk.
Namun semua ini dilakukan, dengan tujuan baik agar semua masyarakat mau lagi menggunakan jasa angkot.
"Ini merupakan penyegaran angkot sekaligus hobi. Dimana agar semuanya lebih efisiensi, mobil secara fisik sehat, sopir tertarik untuk membawanya dan konsumen mau naik angkot," kata Herman.
"Dan bila memodifikasi dan merawat di bengkel sendiri angkot, tentu ini lebih mandiri dan murah dibandingkan membeli kendaraan baru," tambah Herman.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Di RI Banyak Merek Motor Listrik, Kenapa Harus Emmo Rp 50 Jutaan buat MBG?
Bengkel Belum Ada, Kok BGN Nekat Beli 25 Ribu Unit Motor MBG?
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?