Boleh Contra Flow, Asal Diawasi Ketat

Boleh Contra Flow, Asal Diawasi Ketat

- detikOto
Selasa, 01 Mei 2012 13:23 WIB
Boleh Contra Flow, Asal Diawasi Ketat
Jakarta - Niat baik kepolisian untuk mengurai kemacetan di jalan tol dengan menggunakan sistem contra flow (lawan arus) di ruas Tol Cawang-Kuningan dianggap cukup bagus. Hanya saja, kebijakan ini harus terus mendapat pengawasan yang ketat, bila tidak, maka kecelakaan bukan tidak mungkin terjadi.

Hal itu tidak mengherankan. Sebab medan yang digunakan untuk kebijakan ini adalah jalan tol dimana tiap orang mengemudikan mobilnya dengan lumayan kencang bila menemukan jalan lapang.

Karena pada sistem ini, petugas akan mempersilahkan mobil di jalan tol arah Cawang ke Kuningan yang selalu mengalami kemacetan tiap paginya untuk mengambil 1 jalur melawan arah dan lewat jalur mobil yang seharusnya dipergunakan mobil dari arah Kuningan ke Cawang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kebijakan ini bagus. Hanya saja perlu kontrol yang ekstra ketat," kata Direktur Road Safety Consultant dan Defensive Driving (JDDC), Jusri Pulubuhu.

Pembatas antara mobil yang berlawanan arah hanya menggunakan kerucut lalu lintas (cone) yang dianggap ringkih dan minim sisi keamanannya. Kerucut ini dipasang di sepanjang 5,5 kilometer mulai dari KM 3.050-KM 8.600 ruas tol Cawang menuju Kuningan yang mengarah ke timur.

Selain itu sejumlah rambu seperti rambu swing akan disiapkan dua buah. Rambu swing yang berisi pemberitahuan diberlakukannya sistem contra flow ini akan dipasang mulai 1 kilometer sebelum jalur contra flow dan 500 meter setelah jalur contra flow.

Sebagai rambu tambahan, sebanyak 3 unit rambu prisma akan disiapkan berikut 3 unit mobil pick up untuk sweeping jalur sebelum dan sesudah dilakukannya sistem contra flow.

Sistem contra flow sendiri dilakukan mengingat ruas tol tersebut bersinggungan dengan jalan arteri dan akses menuju Bandara Soekarno-Hatta serta merupakan jalur perlintasan perjalanan VVIP (very very important person).

"Dari sisi keamanan tetap berbahaya. Dipagari saja tetap berbahaya apalagi pakai cone. Itu akan membahayakan diri pengendara dan orang lain. Tapi yang pasti, setiap manajemen traffic ada tujuan yang ingin dicapai dalam hal ini jalan yang lancar. Tapi sekali lagi patut diingat kontrol harus disiapkan karena barikade yang dipakai tidak permanen," ujarnya.

"Rambu-rambu harus disiapkan misalnya saja batas kecepatan, laragan tidak boleh menyalip dan lainnya. Lalu misalnya di jalan biasa setiap 1 km jalan ada 4 petugas, untuk jalur contra flow ini karena masih percontohan ditaruh lebih dari itu, mungkin berbahaya tapi untuk permulaan kontrol harus dikuatkan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan," tandasnya.

Kehati-hatian pun menurut Jufri patut terus dijaga karena kecelakaan di jalur contra flow akan berdampak sangat buruk. Selain tabrakan beruntun, tabrakan 'adu banteng' dimana mobil bertabrakan head to head dengan mobil yang berjalan berlainan arah sangat besar kemungkinannya. Dampaknya pun akan tinggi karena kecepatan mobil di jalan tol lebih tinggi dari jalan arteri.

(syu/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads