Hal itu tidak mengherankan. Sebab medan yang digunakan untuk kebijakan ini adalah jalan tol dimana tiap orang mengemudikan mobilnya dengan lumayan kencang bila menemukan jalan lapang.
Karena pada sistem ini, petugas akan mempersilahkan mobil di jalan tol arah Cawang ke Kuningan yang selalu mengalami kemacetan tiap paginya untuk mengambil 1 jalur melawan arah dan lewat jalur mobil yang seharusnya dipergunakan mobil dari arah Kuningan ke Cawang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembatas antara mobil yang berlawanan arah hanya menggunakan kerucut lalu lintas (cone) yang dianggap ringkih dan minim sisi keamanannya. Kerucut ini dipasang di sepanjang 5,5 kilometer mulai dari KM 3.050-KM 8.600 ruas tol Cawang menuju Kuningan yang mengarah ke timur.
Selain itu sejumlah rambu seperti rambu swing akan disiapkan dua buah. Rambu swing yang berisi pemberitahuan diberlakukannya sistem contra flow ini akan dipasang mulai 1 kilometer sebelum jalur contra flow dan 500 meter setelah jalur contra flow.
Sebagai rambu tambahan, sebanyak 3 unit rambu prisma akan disiapkan berikut 3 unit mobil pick up untuk sweeping jalur sebelum dan sesudah dilakukannya sistem contra flow.
Sistem contra flow sendiri dilakukan mengingat ruas tol tersebut bersinggungan dengan jalan arteri dan akses menuju Bandara Soekarno-Hatta serta merupakan jalur perlintasan perjalanan VVIP (very very important person).
"Dari sisi keamanan tetap berbahaya. Dipagari saja tetap berbahaya apalagi pakai cone. Itu akan membahayakan diri pengendara dan orang lain. Tapi yang pasti, setiap manajemen traffic ada tujuan yang ingin dicapai dalam hal ini jalan yang lancar. Tapi sekali lagi patut diingat kontrol harus disiapkan karena barikade yang dipakai tidak permanen," ujarnya.
"Rambu-rambu harus disiapkan misalnya saja batas kecepatan, laragan tidak boleh menyalip dan lainnya. Lalu misalnya di jalan biasa setiap 1 km jalan ada 4 petugas, untuk jalur contra flow ini karena masih percontohan ditaruh lebih dari itu, mungkin berbahaya tapi untuk permulaan kontrol harus dikuatkan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan," tandasnya.
Kehati-hatian pun menurut Jufri patut terus dijaga karena kecelakaan di jalur contra flow akan berdampak sangat buruk. Selain tabrakan beruntun, tabrakan 'adu banteng' dimana mobil bertabrakan head to head dengan mobil yang berjalan berlainan arah sangat besar kemungkinannya. Dampaknya pun akan tinggi karena kecepatan mobil di jalan tol lebih tinggi dari jalan arteri.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas