Selain pertarungan dengan konsumen, eksistensi Mercedes-Benz saat ini tengah diujung tanduk. Status Mercedes-Benz di Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) kita dipertanyakan.
Sebab prinsipal Mercedes-Benz di Jerman mengharuskan tiap cabang mereka di banyak negara menahan hasil penjualan. Padahal, peraturan Gaikindo menyebutkan tiap produsen haruslah menyetor angka penjualan mereka tiap bulan. Bila ini tidak dipenuhi maka keanggotaan Mercedes-Benz bisa dicabut.
"Di Gaikindo ada ketentuan untuk memberikan data penjualan, Mercy tidak bisa kasih. Saya kasih tahu kalau kita ada aturan main, kalau dia tidak bisa berikan data seperti biasa," jelas Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Sudirman MR di Jakarta, Rabu (25/4/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sudirman tidak merinci apa yang akan dilakukan Gaikindo bila tenggat waktu kepastian pemberian data itu terlewati. Hanya saja, opsi paling buruk yang akan diterima Mercedes-Benz adalah dikeluarkan dari Gaikindo.
"Itu belum bisa dijawab, kita lihat saja, minggu-minggu depan baru kita bisa kasih jawaban," cetusnya.
Bila opsi terburuk yang didapat, maka Mercedes-Benz akan berjalan sendirian di Indonesia. Hal itu tentu tidak menguntungkan, terlebih bila menyangkut pembahasan aturan-aturan terkait otomotif yang dilakukan dengan pemerintah.
Selain itu, eksistensi mereka di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) yang menjadi pameran mobil terbesar di Indonesia pun terancam karena hanya anggota Gaikindo saja yang boleh mengikutinya.
(syu/ddn)











































Komentar Terbanyak
Pertalite Mau Dibatasi, Kategori Ini Bakal Nggak Bisa Beli Lagi
Guru ASN Gugat Aturan Telat Perpanjang SIM Harus Bikin Baru
Prabowo Bakal Resmikan Motor Listrik Nasional, Ini Bocorannya