"Bobotnya sudah turun 400 kg. Sesuai janji kita untuk mengurangi bobot kendaraan supaya konsumsi BBM rendah dan otomatis emisi gas buang berkurang," kata Direktur Pelayanan dan Pengembangan Solo Techo Park Gampang Sarwono ketika dihubungi detikOto, Senin (16/4/2012).
Pengurangan bobot bisa terjadi dengan merancang ulang pintu samping, kap dan pintu belakang kendaraan Esemka Rajawali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gampang menjelaskan proses penyempurnaan Esemka hingga ke tahap sempurna sudah berjalan 75 persen. Dan proses perbaikan tertinggal 25 persen, hingga Esemka tampil sempurna.
"Perbaikian 75 persen. Masih ada beberapa lagi seperti tunggu alat. Kita tidak mau coba di Jakarta, kita maunya diselesaikan di Solo. Maunya kalau sampai Jakarta sudah lolos dan tinggal produksi massal," ujarnya.
Saat ini Esemka Rajawali menggunakan pelat ukuran 8,0 mm. Meninggalkan pelat ukuran 1,2 mm yang digunakan Esemka sebelumnya. Ukuran 1,2 terlampau berat sehingga dinilai berpengaruh pada hasil uji emisi Esemka yang dilakukan pemerintah.
"Dengan 0,8 mm cukup ringan. Saya harap uji kesekian kalinya sukses dan tinggal produksi massal saja," harapnya.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Menlu Sugiono Ungkap Alasan Presiden Prabowo Bawa Maung di KTT ASEAN Filipina
Wacana KDM Hapus Pajak Kendaraan-Diganti Jalan Berbayar: Biar Adil
Kapan Potongan Ojol 8% Mulai Berlaku?