Kebijakan menaikkan harga BBM Premium dalam rangka menyesuaikan harga minyak dunia, diyakini tidak bakal mengganggu konsumen Subaru.
"Dampak dari kenaikan bahan bakar minyak Premium di Indonesia, saya tegaskan tidak akan berdampak pada pemilik mobil Subaru," kata Executive Director of Tan Chong International Limited sebagai APM Subaru, Glenn Tan di Singapura, Kamis (5/4/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka sudah sadar kalau dampak penggunaan minyak RON 88 sangat buruk akibatnya pada mesin. Jadi sepertinya tidak mereka lakukan," tegas Glenn.
Glenn sendiri menegaskan konsumen Subaru di beberapa negara seperti Singapura sudah terbiasa menggunakan kualitas BBM terbaik. Tidak seperti Pertamina yang tetap menggunakan BBM RON 88.
Di Singapura BBM RON 98 dibanderol 2,2 dolar Singapura (atau sekitar Rp 16 ribu), dan BBM RON 95 2 dolar Singapura (Rp 14.500). Sementara itu BBM RON 88 ditiadakan.
"Di sini, kita tidak menggunakan BBM murah. Segmen kita atas. Dan begitu juga konsumen kita di Indonesia," pungkasnya.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Harga Asli Pertalite Rp 18.040/Liter Lebih Mahal dari Pertamax, Begini Kata Pertamina
Dulu Laku Ribuan Sebulan, Penjualan BYD Atto 1 Tiba-tiba Cuma 26 Unit
Isi Garasi Menteri Terkaya di RI yang Hartanya Tembus Rp 6 Triliun