Tentu penggunaan alat tersebut untuk menekan konsumsi penggunaan BBM seperti ide Widjajono. Alat penghemat BBM tersebut tersemat di mobil dinas Andi Mallarangeng, Mitsubishi Pajero. Andi sempat mencoba mobil dinasnya setelah 15 menit dilakukan pemasangan alat itu.
Mobil asal Jepang berpelat nomor polisi B 1690 RFW warna hitam itu diuji coba Andi dengan mengitari lapangan kantor Menpora di jalan Gerbang Pemuda No. 3 Senayan Jakarta Selatan. "Ini lebih enteng, performa mesin lebih baik," kata Andi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Teknologi penghemat BBM ini dibuat mahasiswa S2 Universitas Gaja Mada (UGM), Joko Istiyanto. Joko, kata Andi, berhasil menemukan Femax yang dapat menghemat penggunaan BBM 20-30 persen.
Alat penghemat BBM FEMAX ini telah dikembangkan sejak 1997 silam. Alat tersebut mulai dipasarkan pada 2006 silam dan 3 bulan lalu, pemiliknya telah menyempurnakan alat tersebut.
FEMAX sendiri dikembangkan di laboratorium Universitas UGM. Untuk mobil, Joko membanderol alat tersebut seharga Rp 300 ribu sementara dikenakan Rp 150 ribu per motor.
Lama pemasangan, Joko mengakui cukup memakan waktu 15 menit dengan sedikit mensinergikan kelistrikan mobil dengan alat tersebut. Alat FEMAX menyerupai tabung sebesar botol minuman.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Ribuan Pikap India buat Kopdes Merah Putih Telanjur Masuk Indonesia
Australia 'Lumpuh', Hampir 500 SPBU Kehabisan BBM!
Cuma Menepi Lihat Maps, Preman Tanah Abang Palak Mobil 'Pelat Luar' Rp 300 Ribu