Bos Nissan: Pengaruh Kenaikan BBM Hanya Sementara

Bos Nissan: Pengaruh Kenaikan BBM Hanya Sementara

- detikOto
Selasa, 20 Mar 2012 20:02 WIB
Bos Nissan: Pengaruh Kenaikan BBM Hanya Sementara
Jakarta - Rencana pemerintah untuk menaikkan harga bensin bersubsidi ternyata juga menjadi sorotan bos besar Nissan, Carlos Ghosn. Tapi, Ghosn percaya, kenaikan harga ini tidak akan mengganggu pertumbuhan penjualan mobil di nusantara.

Berbicara di depan wartawan di Jakarta, CEO Nissan Motor Co Carlos Ghosn memaparkan bahwa kenaikan harga bensin memang tidak bisa dihindari ditengah kondisi global sekarang ini, tapi kondisi perekonomian Indonesia yang stabil dipercaya akan mampu mereduksi efek negatif dari hal tersebut.

"Kenaikan harga bensin tidak bisa dihindari, tapi bila kita lihat ke gambaran yang lebih besar, Indonesia punya banyak sumber daya baik manusia, mineral, pulau-pulau, laut," paparnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal-hal itulah yang menurutnya akan tetap membuat Indonesia mampu berkembang di masa depan. Terlebih menurut perhitungannya rasio kepemilikan mobil di Indonesia masih berada di kisaran angka 50 mobil per 1.000 orang.

"Kita harus lihat ke masa depan, pemerintah, sejauh yang saya dengar dari presiden bersiap untuk membangun infrastruktur," tambahnya di Hotel Four Seasons, Jakarta, Selasa (20/3/2012).

"Karena itu, kenaikan bensin hanya akan berpengaruh sementara, sementara kalau kita melihat gambar yang lebih besar, Indonesia punya potensi untuk berkembang," tuntasnya.

Masalah Kenaikan Down Payment

Sementara itu, mengenai kebijakan ambang batas down payment (DP) yang diberlakukan diberlakukan Bank Indonesia sebesar 30 persen dari harga dan oleh Kementerian Keuangan yang mengharuskan DP minimal 25 persen dari harga belum bisa diperkirakan efeknya.

Vice President Director Sales and Marketing PT Nissan Motor Indonesia (NMI) Teddy Irawan bahwa dirinya belum sempat mempelajari kebijakan yang dikeluarkan dua institusi negara tersebut.

"Saya belum sempat pelajari keputusannya. Apakah ini keharusan atau hanya himbauan. Apakah ini hanya buat konsumen individu atau institusi juga," ujarnya.

Meski begitu, Teddy mengakui kalau regulasi ini sedikit banyak akan berpengaruh ke penjualan mobil. Terutama segmen-segmen yang profil konsumennya adalah konsumen yang membutuhkan DP rendah.

Namun untuk Nissan, Teddy mengatakan bahwa persentase konsumen yang kredit dan yang cash terlihat hampir seimbang. "40 persen dari konsumen kita beli mobil secara tunai. Yang kredit pun ada yang DP 30-40 persen meski ada yang 10 persen juga," paparnya.

(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads