Dalam hitungan bulan, Down Payment (DP) roda empat mengalami kenaikan. Bank Indonesia mengumumkan kalau kredit mobil di bank DP minimal harus 30 persen sementara pemerintah mengharuskan leasing untuk memberikan kredit mobil dengan minimal DP 25 persen. Tapi, meski DP naik, Chevrolet yakin akan tetap mampu menjual banyak mobil di Indonesia.
Hal demikian disampaikan Corporate Communication PT GM Indonesia, Maria Sidabutar kepada detikOto disela-sela peluncuran MPV Orlando di Central Park Jakarta, Senin (19/23/2012).
"Kami rasa setiap orang yang membeli kendaraan sudah memutuskan untuk membeli, termasuk mempertimbangkan DP. Dan yang tidak kalah penting juga adalah soal fitur kendaraan. Fitur apa saja yang bisa didapatkan di produk, kami optimis produk kami akan bersaing," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu ketika disinggung soal harga BBM naik, Maria juga mencoba menjabarkan jika kenaikan harga BBM di Indonesia bukan persoalan yang rumit.
Namun untuk mengomentari soal BBM menurutnya terlalu dini. Soalnya efeknya belum bisa terlihat, meski aturan BBM diberlakukan ia menilai efeknya hanya beberapa bulan saja.
"BBM, masih terlalu awal untuk mengometari itu, tapi pastinya pemerintah sudah melakukan riset, keputusan pemerintah sepertinya sudah diperhitungkan. Dan namanya kendaraan pasti menjadi kebutuhan masyarakat. Hanya mengganggu beberapa bulan," tuturnya.
GM sendiri seperti yang dijelaskan Maria tidak akan mengkoreksi harga mobil Chevrolet di RI. Selain itu ia juga tidak akan mengkoreksi target penjualan di pasar mobil tanah air. Pasalnya daya beli masyarakat Indonesia seperti yang ia jelaskan terus meningkat.
"Kita tidak ada rencana mengkoreksi harga dan target. Penjualan mobil kita sebanyak-banyaknya," tutup Maria. (ikh/syu)












































Komentar Terbanyak
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi
Isi Surat Edaran Mendagri, Minta Gubernur Se-Indonesia Bebaskan Pajak EV
Kenapa BGN Beli Motor Listrik yang Belum Jelas Dealer-nya?