"Saya mengajak perguran tinggi memproduksi sarana tranportasi, dalam hal ini mobil dan motor, yang efisien, ramah lingkungan bahkan tidak pakai BBM," ujar SBY.
Ajakan tersebut diungkapkannya dalam keterangan pers seusai pertemuan dengan rektor ITS, ITB, UGM dan UI. Pertemuan digelar di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (19/3/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dua, ada peluang memproduksi kendaraan bertenaga listrik yang sangat efisien. Tiga, kesadaran bahwa ketergantungan terhadap BBM sebagai sumber energi pokok harus dihentikan agar negara tidak terus terancam krisis akibat harga minyak dunia meroket.
"Kecanduan bangsa terhadap BBM juga tidak bagus, membuat merusak lingkungan dan implikasi lainnya," jelas SBY.
Lebih lanjut dipaparkannya, bahwa kini yang diperlukan kerjasama melakukan percepatan. Selaku pembuat kebijakan, pemerintah membutuhkan dukungan riset dari perguruan tinggi dan pihak swasta untuk melakukan kegiatan produksi serta penyediaan komponen.
"Ini bukan cuma memproduksi mobil dan motor, tetapi mengubah gaya hidup baru jadi yang efisien. Pengembangan mobil dan motor listrik dan irit BBM, juga perlu penyediaan sarana infrastruktur demi keberlangsungan apa yang kita buat," tegas SBY.
Percepatan realisasi program low cost green car itu dua bulan lagi akan pemerintah tuangkan dalam sebuah rencana strategis. Kini terus dilakukan pematangan agar pelaksanaan produksi pertama kendaraan tersebut bisa terwujud dalam waktu dekat.
"Tadi disebutkan pada 2014 bisa diwujudkan. Tapi kita berharap kalau bisa tidak terlalu lama lagi," kata SBY mengenai target waktu realisasinya.
Turut hadir dalam pertemuan sore ini Menperin MS Hidayat, Mendikbud M Nuh, Menristek Baltasar Khambuaya dan Menteri BUMN Dahlan Iskan. Juga hadir Seskab Dipo Alam dan Mensesneg Sudi Silalahi.
Program low cost and green car sendiri adalah program yang sedang digodok pemerintah untuk menyediakan mobil murah bagi masyarakat. Untuk mengikuti program ini, mobil harus mampu mengkonsumsi bahan bakar sebesar 22 km/liter dengan harga jual tidak lebih dari Rp 90 juta. Tiap produsen yang mengikuti program ini akan mendapat beberapa insentif dari pemerintah yang bentuknya sedang dipersiapkan.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Bikin Pajak Mobil-motor di Jateng Mahal, Segini Tarif Opsen PKB
Penjualan Mobil di Indonesia Nyaris Disalip Malaysia, Menperin: Ini Alarm!