Menteri Perindustrian MS Hidayat memaparkan kalau fenomena kemacetan yang ada bukan hanya terjadi karena faktor banyaknya produksi dan penjualan mobil di Indonesia, melainkan karena minimnya infrastruktur dan penegakan aturan.
Karena itulah, dia meminta sektor-sektor terkait untuk membenahi infrastruktur dan penegakan disiplin berlalu-lintas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemacetan itu kan karena dua hal, kekurangan jalan raya yang baru, kedua trafic management, jadi mobil angkot tidak bisa berhenti seenaknya, itu membuat kemacetan," tambah Hidayat.
"Law inforcementnya juga harus dijalankan. Seperti di luar negeri, memiliki kedisiplinan mesti mutlak. Kalau disini kan kompromi," tambahnya.
Kedua hal tersebut menurut Hidayat mutlak dibenahi dengan segera untuk menghalau kemacetan, bukan malah mengurangi produksi yang nantinya akan menghambat iklim investasi di Indonesia.
"Saya juga dikomplain oleh banyak pihak. Bisa tidak dikurangi (produksi kendaraan), saya bilang tidak bisa. Sebagai menteri perindustrian, saya harus memicu produksi dengan melakukan ekspor, distribusi ke daerah lain di luar dari daerah padat. Indonesia timur, bagian papua. Yang ketiga traffic management dibenahi," jelas Hidayat.
MS Hidayat juga pernah mengatakan salah satu opsi untuk menekan kemacetan adalah meningkatkan kapasitas ekspor.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Ribuan Pikap India buat Kopdes Merah Putih Telanjur Masuk Indonesia
Warga Ngeluh Bayar Pajak Kendaraan Dipersulit, 'Nembak' KTP Asli Rp 700 Ribu
Viral 70 Ribu Motor Listrik buat Operasional MBG, Harganya Bikin Kaget!