Tapi Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor Joko Trisanyoto memperkirakan kalau penurunan itu kemungkinan hanya akan terjadi sementara waktu saja.
"Di kuartal kedua, pasar pasti shock, tapi itu di 3 bulan pertama saja, selanjutnya kemungkinan normal kembali," ujarnya
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, efek kenaikan BBM kali ini tidak akan sesignifikan ketika kenaikan BBM di 2005 lalu. Saat itu pertumbuhan BBM naik hingga lebih dari 100 persen yang membuat pertumbuhan ekonomi turun.
"Kita lihat setelah April, berpengaruh banyak tidak ke ekonomi. Kenaikan dari Rp 4.500 ke Rp 6.000 berarti kan kenaikannya 33 persen, kemungkinan tidak akan terlalu berpengaruh," ujarnya.
"Tidak akan signifikan. tapi di kuartal kedua, pasar pasti shock," ujarnya.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Wacana KDM Hapus Pajak Kendaraan-Diganti Jalan Berbayar: Biar Adil
Jawaban Pindad soal Prabowo Minta Desain Mobil Khusus Presiden Sapa Rakyat
Isi Garasi Anggota DPRD yang Merokok sambil Ngegame saat Rapat