Direktur Pemasaran PT Toyota-Astra Motor (TAM) Joko Trisanyoto lalu menjelaskan bahwa emisi CO2 global saat ini sudah mencapai titik puncak yang mengakibatkan fenomena global warming berlangsung. Apalagi, sektor transportasi saat ini merupakan sektor yang paling banyak menyumbang polusi.
Selain itu, cadangan minyak yang makin menipis juga menjadi ke khawatiran banyak pihak. Terlebih harga minyak dunia yang makin meningkat juga membuat bahan bakar minyak untuk kendaraan makin mahal ke depannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini sendiri pemerintah belum terlalu fokus pada mobil-mobil ramah lingkungan seperti mobil hybrid atau listrik hal itu bisa terlihat di harga mobil listrik maupun hybrid yang masih tinggi.
"Tapi suatu saat, saya yakin hybrid pasti berkembang. Tidak perlu menunggu pemerintah, karena mungkin saja pemerintah punya pertimbangan dan fokus sendiri. Lebih baik kita edukasi masyarakat agar tahu bagaimana hybrid itu sebenarnya," pungkas Joko.
Toyota sendiri saat ini memiliki mobil hybrid Prius Generasi 3 yang mereka pasarkan sejak tahun 2009. Sejak 3 tahun lalu itu sudah ada 48 Prius yang terjual.
Mobil Toyota Prius generasi ketiga yang dijual oleh Toyota di Indonesia sendiri memadukan dua buah dapur pacu di jantungnya yakni sebuah mesin 1.798 cc yang berguna sebagai generator dan penggerak roda bila dibutuhkan serta 2 buah motor listrik.
Dengan perpaduan tersebut, Toyota Prius pun menjelma menjadi mobil irit karena Toyota mengklaim mobil ini hanya butuh 3,9 liter bensin untuk berjalan sejauh 100 km dengan produksi CO2 hanya 89 g/km.
Emisi ini 40 persen lebih rendah dari mobil dengan mesin bensin sekelasnya. Namun, mobil yang sudah terjual lebih dari 3,5 juta unit di seluruh dunia ini pun mampu berakselerasi dari diam sampai 100 km/jam hanya dalam waktu 10,4 detik saja.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Bikin Pajak Mobil-motor di Jateng Mahal, Segini Tarif Opsen PKB
Penjualan Mobil di Indonesia Nyaris Disalip Malaysia, Menperin: Ini Alarm!