Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Langsa, Makmur Lingga mengatakan target utama yang ingin dicapai dengan adanya peluncuran ini bukanlah penjualan alat, tapi melalui peluncuran ini, Makmur berharap masyarakat sadar bahwa teknologi yang sudah ada sejak Faraday menemukan Hukum Elektrolisa pada tahun 1833 dan produknya sudah tercatat di lembaga paten Amerika sejak lebih dari 90 tahun ini benar-benar ada.
"Dan melihat besarnya potensi teknologi ini untuk menjadi solusi atas masalah energi, khususnya persoalan BBM selalu menjadi masalah rutin bangsa ini yang berlangsung terus-menerus yang mempengaruhi segala sendi kehidupan masyarakat Indonesia. Penemuan ini tentu akan sangat bermanfaat bagi masyarakat di tengah krisis BBM dunia, terlebih harga minyak yang terus melonjak tinggi," kata Makmur dalam rilis yang diterima detikOto, Kamis (1/3/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Langkah berikut yang ingin dilakukan setelah acara launching ini adalah membagi pengetahuan dan aplikasi teknologi ini kepada 8.769 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang tersebar di seluruh Indonesia, melalui pelatihan perakitan, produksi dan pemasangan alat pada kendaraan bermotor.
Dengan harapan supaya alat tersebut dapat segera diproduksi secara massal agar seluruh masyarakat Indonesia cepat terlepas dari jeratan masalah BBM yang selalu menghantui.
Sedangkan tujuan akhir yang ingin dicapai oleh SMK Negeri 2 Langsa dan Green Energy Institute melalui peluncuran WaVe++SMK ini, adalah bagaimana supaya pemerintah Indonesia atas dorongan masyarakat mau mendeklarasikan Indonesia sebagai NEGARA PERTAMA yang mengeluarkan kebijakan menggunakan air sebagain bahan bakar.
Sehingga dengan begitu Indonesia akan menjadi magnet bagi semua peneliti dan pengembang teknologi bahan bakar air di seluruh dunia, dengan begitu Indonesia akan bisa menjadi negara terdepan dalam penguasaan teknologi bahan bakar air ini.
Ini tentu merupakan tantangan dan kerja berat bagi kita. Namun jika pemerintah, kaum pemuda dan seluruh lapisan masyarakat dapat menghargai dan mendukung apa yang telah dimulai oleh SMK Negeri 2 Langsa dan Green Energy Institute demi membangun Indonesia yang hijau, kreatif, inovatif dan produktif, maka bukan hal yang mustahil bagi Indonesia untuk bisa berdiri di atas kaki sendiri dan sejajar dengan bangsa lain dalam penguasaan teknologi.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Menlu Sugiono Ungkap Alasan Presiden Prabowo Bawa Maung di KTT ASEAN Filipina
Duh! Ketua DPRD Naik Moge Nggak Pakai Helm
Wacana KDM Hapus Pajak Kendaraan-Diganti Jalan Berbayar: Biar Adil