Crash Test oleh Lembaga Independen Belum akan Dimulai di RI

Crash Test oleh Lembaga Independen Belum akan Dimulai di RI

- detikOto
Kamis, 16 Feb 2012 15:26 WIB
Crash Test oleh Lembaga Independen Belum akan Dimulai di RI
Jakarta - Indonesia dipastikan belum akan memiliki lembaga independen yang mengetes tingkat keselamatan tiap mobil yang dijual di Indonesia. Indonesia pun belum akan ikut serta dalam program ASEAN NCAP yang sedang digodok.

Kepala Sub-direktorat Sarana Angkutan Jalan Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan, Toto Noerwitjaksono menjelaskan kalau ASEAN NCAP adalah lembaga swasta yang memang bergerak dibidang pengetesan kendaraan. Karenanya, pemerintah dalam hal ini Kementerian Perindustrian tidak akan ikut serta.

"Tidak, kita tidak ikut. Saya juga pernah diundang ketika mau bikin. Itu kan proyeknya Malaysia," kata Toto di Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"ASEAN NCAP itu kan cabang dari yang ada di Eropa, Amerika, di ASEAN itu Malaysia. Itu pun bukan pemerintahnya, tapi memang ada lembaga swasta yang tiba-tiba pasang kata ASEAN. Padahal itu mereka saja," tandasnya.

Sebelumnya pada 16 Maret mendatang rencananya akan ada peluncuran Asean New Car Assessment Program (NCAP). Saat ini nama Indonesia tidak terlihat dalam daftar hanya ada nama asosiasi produsen mobil Malaysia, Singapura dan Filipina.

ASEAN NCAP nantinya akan bertugas untuk menguji dan memberikan penilaian pada mobil baru yang beredar di pasaran untuk mendorong pabrikan memberikan mobil yang memiliki tingkat keamanan memadai dan membuat penilaian untuk bahan konsumen menentukan pilihan.

Sebagai awal, program ini akan dimulai dengan mengetes mobil yang populer di beli di Asean dengan melakukan tes tabrak frontal untuk mengetahui sejauh mana mobil itu melindungi pengendara dan penumpangnya ketika tabrakan terjadi.

Untuk permulaan, ASEAN NCAP ini akan menjadi proyek percontohan selama 2 tahun mulai tahun ini dengan hibah dari Global New Car Assessment Programme (GNCAP) yang akan digunakan untuk membeli mobil yang akan dites serta dukungan dari European New Car Assessment Programme (Euro NCAP) dan Australasian New Car Assessment Program (ANCAP) untuk aspek teknisnya.

Bila sukses, maka lembaga ini akan dibentuk permanen untuk mendorong pabrikan memberikan mobil yang memiliki tingkat keamanan memadai dan membuat penilaian untuk bahan konsumen menentukan pilihan.


(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads