Angka ini naik berlipat-lipat dari angka penjualan tahun 2011 yang hanya tercatat di angka 837.948 unit.
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) dalam paparan tertulis di Kementerian Keuangan memaparkan kalau Indonesia diprediksi akan terus menempatkan dirinya menjadi basis produksi di masa depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan angka itu saja, Indonesia telah berhasil menjadi pasar mobil terbesar di ASEAN mengalahkan Thailand yang sedang dilanda bencana yang karenanya hanya sanggup menjual 794.081 mobil.
Dari angka produksi mobil di Indonesia tadi, 150 ribu unit diantaranya diperuntukkan untuk pasar ekspor. Total nilai penjualan mobil di 2011 mencapai angka Rp 170.000 triliun.
Meski angka itu sudah terlihat banyak untuk skala Indonesia, ternyata peningkatan itu masih akan belum berakhir. Sebab pasar Indonesia diprediksi akan menanjak dari tahun ke tahun.
Di tahun 2015 Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memperkirakan akan ada 1.610.000 mobil yang diproduksi dengan penjualan sebesar 1.224.000 mobil dan ekspor 386.000 unit. Nilainya pun membengkak menjadi sekitar Rp 225.400 triliun.
Kenaikan tersebut tidak akan berhenti dan akan terus terjadi. Di tahun 2020, Gaikindo memprediksi kalau bakal ada 2.593.000 mobil yang diproduksi di Indonesia dengan penjualan mencapai 1.971.000 unit dan ekspor sebesar 622.000 unit. Uang yang beredar di industri mobil pun akan meningkat pesat menjadi sekitar Rp 363.020 triliun.
Dan puncaknya, di tahun 2025 Gaikindo memprediksi akan ada 4.177.000 mobil yang diproduksi di Indonesia dengan penjualan mencapai 3.175.000 unit. Ekspor pun akan membengkak menjadi 1.002.000 unit yang membuat Indonesia diprediksi akan menjadi basis produksi sejumlah merek mobil. Uang yang akan beredar di industri otomotif tahun itu diprediksi akan mencapai Rp 584.780 triliun.
(syu/ddn)










































