Pemerintah Tentukan Segmen untuk Mobil Merek Asing dan Mobnas

Pemerintah Tentukan Segmen untuk Mobil Merek Asing dan Mobnas

- detikOto
Selasa, 14 Feb 2012 19:03 WIB
Pemerintah Tentukan Segmen untuk Mobil Merek Asing dan Mobnas
Jakarta - Pemerintah saat ini sedang menggodok aturan terkait program. Pada program ini pemerintah akan membagi 'jatah jajahan' antara mobil merek asing dan mobil nasional agar tidak berbenturan dan saling sikut-sikutan.

Dalam rancangan program LCGC yang diutarakan Budi Darmadi terungkap kalau program mobil murah dan ramah lingkungan alias Low Cost and Green Car (LCGC) akan diberikan pada para pemegang merek asing.

Pada program ini, tiap mobil yang ingin ikut haruslah ramah lingkungan dan memiliki kapasitas mesin antara 1.000 cc - 1.200 cc dengan efisiensi antara 20-22 km/liter.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada program ini merek yang mau berpartisipasi harus bisa memproduksi mobil murah itu minimal kandungan komponen lokal sebesar 40 persen yang harus ditingkatkan menjadi 80 persen dalam 5 tahun. Jumlah produksi mobil murah itu minimal 100.000 per tahun dengan nilai investasi minimal Rp 1 triliun.

Dengan aturan seperti itu, maka hampir tidak mungkin merek-merek lokal yang masih 'bayi' ikut nimbrung di program ini.

"Karena itu, kami membagi pasar. Untuk merek-merek lokal, kami tempatkan di segmen 750 cc ke bawah di program mobil angkutan pedesaan," kata Dirjen Industri Unggul Berbasis Teknologi Tinggi, Budi Darmadi di Kementerian Keuangan, Selasa (14/2/2012).

Budi menambahkan kalau pasar di kelas ini merupakan pasar yang masih memiliki potensi yang sangat besar karena pabrikan besar sendiri tidak ada yang bermain di segmen ini.

"Lagi pula, tren dunia sekarang sedang mengarah ke mesin cc kecil. Karena itu kita mau persiapkan merek-merek lokal kearah sana," ujarnya.

"Kita mau di masa depan ada kemandirian (teknologi) di powertrain," tandasnya.

Namun, penempatan pasar ini dirasa agak kurang sreg oleh Asosiasi Automotive Nusantara atau Asia Nusa yang merupakan wadah merek-merek mobil lokal.

Sebab, dengan diberinya insentif bagi mobil bermesin 750 cc ke bawah dan mobil bermesin 1.000-1.200 cc yang ingin ikut program ini, maka ada jeda di kapasitas mesin 750 cc sampai 1.000 cc.

"Nah, kalau sekarang kami dikasih main di mobil angkutan dengan mesin 750 cc, lalu di masa depan kami ingin bermain di mobil pribadi, maka harus tambah AC dan kapasitas mesin, taruhlah 800 cc. Tapi kalau sudah pakai mesin 800 cc, kami kan tidak dapat insentif, sementara mau main di 1.000 cc pemainnya sudah banyak," papar Ketua Bidang Marketing dan Komunikasi Asia Nusa Dewa Yuniardi.

"Kalau nanti kejadian seperti itu, maka bukan tidak mungkin harga mobil 800 cc kami bakal lebih mahal dari mobil 1.000 cc. Itu kan lucu," ujarnya.

Pada program LCGC sendiri dipercaya akan banyak investasi masuk untuk Indonesia serta membuka lapangan kerja di Indonesia. Sebab beberapa pabrikan besar dunia seperti Daihatsu, Suzuki, Toyota, Mitsubishi dan Nissan dikatakan sudah berkomitmen untuk investasi terkait program ini

Total investasi perusahaan-perusahaan Jepang itu pun tergolong besar yakni diperkirakan mencapai angka US$ 1,8 miliar dan akan menyerap tenaga mencapai 15.000 orang. Sedangkan investasi tambahan/ikutan ditingkat industri komponen diperkirakan sebesar US$ 1,9 miliar degan tambahan tenaga kerja baru antara 15.000-17.000 orang.


(ikh/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads