Angka ini sama dengan konsumsi mobil teririt buatan produsen-produsen Jepang.
Ketua Bidang Marketing dan Komunikasi Asia Nusa Dewa Yuniardi menjelaskan kalau dengan penambahan alat ini, selain irit bahan bakar, tenaga yang dihasilkan mesin pun akan maksimal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Generator hidrogen yang diaplikasi di Tawon sebenarnya hampir mirip dengan banyak generator hidrogen lain yang ada di pasaran. Generator ini terdiri dari beberapa komponen yang mampu memecah air menjadi hidrogen untuk kemudian digunakan dalam proses pembakaran.
Air diletakkan pada sebuah tabung berbahan mika khusus yang antipanas untuk kemudian diproses untuk dipecah menjadi hidrogen-hidrogen-oksigen (HHO).
Hidrogen dan oksigen itu kemudian digunakan untuk pembakaran di ruang bakar. Hidrogen yang bersifat eksplosif akan membantu pembakaran menjadi lebih sempurna.
"Efisiensi Tawon sebelumnya antara 15 km/liter untuk di dalam kota dan 20 km/liter di luar kota, tergantung kebiasaan mengemudi yang bawa. Setelah pakai hidrogen, efisiensinya naik jadi 19-20 km/liter di dalam kota dan 30 km/liter di luar kota," papar Dewa.
"Dan penggunaan generator hidrogen ini tanpa perlu modifikasi apa-apa. Hanya dipasang saja tanpa perlu merubah mesin," jelasnya lagi.
Tawon sendiri saat ini hadir dalam berbagai pilihan model dari city car, mini van hingga pikap dengan variasi harga antara Rp 43 juta sampai Rp 50 juta. Itu pun sudah termasuk pajak di wilayah Banten.
Dapur pacu mobil ini memiliki kapasitas 650 cc yang dikawinkan dengan transmisi manual 4-speed dengan standar emisi Euro3 yang dapat membawa lari mobil ini hingga 100 km/jam dari 20,6 KW tenaga yang dihasilkan dan dapat dirasakan pada 5.300 rpm.
Dengan adanya aplikasi generator hidrogen ini, konsumsi dan tenaga mesin standar tadi diprediksi naik.
"Untuk penambahan alat ini perlu tambahan biaya Rp 3,5 juta. Terkesan mahal memang, tapi hasilnya bisa ditutupi dengan penghematan bahan bakar tadi," pungkasnya.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Di RI Banyak Merek Motor Listrik, Kenapa Harus Emmo Rp 50 Jutaan buat MBG?
Bengkel Belum Ada, Kok BGN Nekat Beli 25 Ribu Unit Motor MBG?
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?