Penurunan pendapatan ini adalah akibat lanjutan dari bencana gempa dan tsunami yang melanda Jepang pada Maret tahun lalu serta banjir yang melanda Thailand beberapa bulan lalu. Penguatan mata uang yen terhadap dolar ditenggarai juga menjadi penyebab penurunan pendapatan Toyota.
Pada 9 bulan terakhir, keuntungan bersih Toyota jatuh hingga 57,5 persen menjadi 162 miliar yen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski menghadapi kenyataan buruk ini, raksasa yang mahkotanya sudah direbut itu mengatakan masih percaya untuk bisa meraup laba hingga 200 miliar yen atau nain 11,1 persen dari outlook yang dirilis bulan Desember meski kalau mau jujur angka itu tetap saja hanya setengah dari yang bisa dihasilkan Toyota di tahun sebelumnya.
Untuk mencapai hal itu, Toyota yang juga memegang merek mobil Lexus ini berharap pihaknya akan mampu menjual 7.410.000 unit mobil di seluruh dunia dan memperoleh pendapatan hingga 18.30 triliun yen.
"Toyota tetap berkomitmen untuk mengejar perbaikan struktur pendapatannya melalui kegiatan pengurangan berbagai biaya serta melanjutkan pemulihan produksi setelah gempa Jepang dan banjir di Thailand," kata senior managing officer Toyota, Takahiko Ijichi seperti detikOto kutip dari AFP, Selasa (7/2/2012).
Toyota Motor Corp sendiri sebelumnya merumahkan sekitar 350 karyawan di pabrik Australia. Toyota harus melakukan hal ini karena produksi yang terus menurun. PHK karyawan ini jarang dilakukan oleh Toyota.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Harga Asli Pertalite Rp 18.040/Liter Lebih Mahal dari Pertamax, Begini Kata Pertamina
Dulu Laku Ribuan Sebulan, Penjualan BYD Atto 1 Tiba-tiba Cuma 26 Unit
Isi Garasi Menteri Terkaya di RI yang Hartanya Tembus Rp 6 Triliun