Presiden Toyota Australia Max Yasuda menuturkan masalah nilai tukar dolar Australia terhadap dolar AS merupakan penyebab utama penurunan produksi tersebut.
Toyota Australia yang memiliki sekitar 4.700 karyawan telah mengalami penurunan produksi yang tajam sebanyak 36 persen dalam 4 tahun. Dari 149.000 unit di 2007 sampai hanya 95.000 di 2012.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri Manufaktur Australia Kim Carr menuturkan penguatan nilai tukar dan ketidakpastian ekonomi global membuat Toyota harus memotong jumlah pekerjanya.
"Akibatnya, perusahaan-perusahaan harus mengambil keputusan berat untuk memastikan bisnis mereka tetap berjalan, dan itu yang dilakukan Toyota," ujar Carr.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi