Tapi ketika hal itu disinggung ke Menteri Perindustrian MS Hidayat, dia spontan percaya kalau Indonesia bisa melakukan kedua hal itu bersamaan.
"Kenapa tidak bisa dua-duanya ya? Karena kita punya kemampuan untuk menyaingi Thailand menjadi pusat industri," katanya di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hidayat menuturkan pabrikan nasional sudah bisa mengekspor mobil ke berbagai negara. "Tapi ekspor kita kan masih dibawah 15% dari total produksinya ATPM. Saya mau meningkatkan jadi 30% kalau bisa di akhir tahun ini. Dan itu yang juga terjadi di Thailand. Kalau mengenai volume kita sudah sama dengan Thailand," jelasnya.
Dalam perkembangan lebih lanjut, Hidayat juga mengungkapkan kalau sudah ada berbagai jenis mobil yang saat ini sudah dirakit atau diproduksi di dalam negeri dengan menggunakan komponen buatan lokal meski itu merek asing.
Dan dalam rangka mengembangkan kendaraan bermotor kedepan, Kementerian Perindustrian pun telah menyusun roadmap pengembangan industri kendaraan bermotor pada tahun 2011 sampai dengan 2025 yang diharapkan akan bisa memproduksi dan mengembangkan mobil prinsipal asing di Indonesia.
Sementara untuk mobil nasional, Hidayat pun yakin Indonesia bisa memilikinya. Asalkan ada dukungan dari pemerintah dan masyarakat yang menjadi pasar mobil tersebut.
Selain itu, kelahiran mobil nasional juga harus menggunakan strategi-strategi khusus agar bisa bersaing dengan merek-merek internasional.
Tapi, sebelum itu dijalankan, Hidayat ingin agar seluruh masyarakat sepakat dahulu dengan definisi mobil nasional. Apakah itu mobil yang 100% merek dan perusahaannya milik orang Indonesia, ataukah mobil yang sudah dibuat di Indonesia dengan komponen Indonesia dan tenaga kerja Indonesia meski itu merek asing.
Bila sudah jelas kriterianya, baru pemerintah bisa bergerak membantu. Karena itulah, Hidayat berharap investor mau berkerja sama mewujudkan hal tersebut.
Bahwa saat ini mobil-mobil merek lokal sudah bisa merancang mobil sendiri tapi komponen mesin masih menggunakan komponen impor, Hidayat pun mengatakan kalau itu suatu kemajuan.
Dan dia percaya, ketika diseriusi, kandungan lokal pada mobil nasional bisa ditingkatkan dalam beberapa tahun.
"Jadi kalau kita dikasih waktu 2-3 tahun kita pasti bisa (buat mesin sendiri)," pungkasnya.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?