Hal tersebut disampaikan Menperin MS Hidayat dalam Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (31/1/2012).
Kelima tantangan itu menurut Hidayat adalah:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua, selera masyarakat tidak bisa dipaksakan. Dalam rangka penetrasi pasar, diperlukan dukungan Pemerintah untuk mendapat kepercayaan masyarakat oleh sebab itu pada tahap awal perlu dibantu pemerintah.
Ketiga, produksi kendaraan merek baru dari jenis ini belum memiliki jaringan after sales service. Sebagaimana karakteristik industri mobil yang sangat bergantung kepada jaringan after sales service dalam penyediaan spare part, service dan sales sehingga masyarakat percaya dan mau menggunakan mobil tersebut.
"Pendirian jaringan after sales service perlu dukungan dan kolaborasi instansi pemerintah terkait seperti menggandeng bengkel-bengkel umum, balai-balai teknis atau perbengkelan pemerintah atau mengembangkan pusat service di SMK-SMK otomotif (kerja sama dengan Kementrian Pendidikan Nasional)," ujarnya.
Tantangan keempat, pemenuhan skala ekonomi untuk industrialisasi sehingga layak dijalankan. "Skala ekonomi ini benar-benar diperhitungkan jumlahnya dan membandingkan dengan permintaan pasar yang ada," ujarnya.
Kelima, perlu adanya pihak swasta yang mau memproduksi secara massal mobil prototipe yang dibuat oleh SMK.
Meski ada tantangannya namun Esemka masih berpotensi untuk berkembang seiring semangat nasionalisme yang sedang tumbuh dan telah lama penantian masyarakat akan berkembangnya mobil nasional.
"Kondisi ekonomi global yang dibayang-bayangi krisis menjadi peluang dalam menciptakan pasar nasional melalui produk nasional," ujarnya.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Menlu Sugiono Ungkap Alasan Presiden Prabowo Bawa Maung di KTT ASEAN Filipina
Duh! Ketua DPRD Naik Moge Nggak Pakai Helm
Wacana KDM Hapus Pajak Kendaraan-Diganti Jalan Berbayar: Biar Adil