Produsen mobil Jepang ini menegaskan kalau setelah penyelidikan, tidak ada yang salah dengan mobil yang ditunggangi wanita itu dan hampir bisa dipastikan kalau insiden itu terjadi karena kelalaian sang pengemudi.
"Hari Minggu kita dihubungi kepolisian dan Senin pagi langsung berkordinasi dengan instansi terkait seperti Jasa Raharja, Departemen Perhubungan dan polisi. Kita lihat kondisi kendaraannya," ujar Technical Division Head PT Astra Daihatsu Motor Ahmad Saufi kepada detikOto, Selasa (24/1/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain memeriksa tabung minyak rem, Daihatsu menurut Saufi juga sudah memeriksa master dan booster rem, kanvas rem hingga cakram rem dan pedal rem. "Semua masih dalam kondisi bagus," tambahnya.
Saufi sendiri menegaskan bahwa perkataannya itu bukanlah semata untuk membela produk sejuta umat tersebut. "Kita hanya melihat dan melaporkan kondisi. Kita hanya lihat faktanya tanpa bermaksud apa-apa, hanya membantu," katanya.
Sementara ketika disinggung mengenai kemungkinan stabilitas mobil yang kurang bagus ketika dipacu Saufi mengatakan kalau Daihatsu Xenia adalah produk yang dirancang dan dikembangkan dengan standar internasional.
"Sudah ada pengetesan dan produk kita sudah cukup banyak, sudah 1 juta unit lebih. Kalau stabilitas tidak ada masalah," ujar Saufi.
"Hanya saja kondisi ban mobil yang kecelakaan itu memang tidak terlalu bagus, tapi tidak jelek juga. Ya antara 60-65 persenlah. Tapi kecil kemungkinan kecelakaan itu karena ban juga," paparnya.
"Kemungkinan besar ya karena faktor si pengendaranya," cetus Saufi.
Lebih lanjut Saufi mencoba memprediksi kemungkinan kecelakaan itu terjadi. Saufi berkata dengan kondisi habis begadang panjang, konsentrasi pengendara memang bisa buyar.
Apalagi medan yang dihadapi jalan menuju Tugu Tani yang agak menikung. "Dengan kondisi habis begadang, pengakuan lari 100 km/jam dan kondisi jalan yang agak menikung sampai di (Departemen) Perdagangan, agak riskan memang," pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, peristiwa tragis itu sendiri terjadi pada Minggu (22/1/2012) di Tugu Tani, Jakarta Pusat, sekitar pukul 11.00 WIB.
Ketika itu, Afriyani Susanti (29) habis berpesta semalam suntuk dan menggunakan narkoba serta minum minuman keras. Mobil yang dia bawa hingga kecepatan 100 kmjam pun akhirnya menabrak 9 orang hingga tewas di pedestrian dan melukai belasan orang lain.
(syu/ddn)










































