Demikian yang diungkapkan Direktur Road Safety Consultant dan Defensive Driving (JDDC), Jusri Pulubuhu kepada detikOto, Senin (23/1/2012).
"Jadi jangan salahkan kendaraan. Itu hanya kebetulan saja, Xenia adalah mobil pertama yang mudah dijangkau, biasanya adalah kelompok orang yang baru memiliki mobil, sehingga rasio Xenia dan Avanza lebih banyak karena murah. Namun jika mobil ini digunakan sebagaimana mestinya maka akan aman, jika tidak tahu cara penggunaannya maka akan fatal," kata Jusri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau mobil ini tidak aman saya tidak yakin. Mobil ini kayak pisau. Jika tidak benar penggunaanya maka akan fatal. Seperti si AS itu, ini kurang pembelajaran cara mengemudi yang baik dan benar," tegas Jusri.
Setiap orang lanjut Jusri, meski dibalik mobil kencang sekelas Ferrari sekalipun, tapi tahu cara memberlakukan mobil tersebut maka dipastikan tidak akan terjadi kecelakaan.
"Ini masalah mainset atau prilaku. Bukan karena soal skill. Kalau dikasih Ferrari kalau mainsetnya benar maka tahu bahayanya. Tapi kalau tidak tahu wah bisa gawat," tutup Jusri.
Sebelumnya Polisi yakin kondisi Daihatsu Xenia 2010 tersebut layak jalan, dan bukan mengalami kerusakan sistem pengereman seperti yang dijelaskan AS setelah kecelakaan.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Permintaan Maaf Pemobil yang Konvoi Zig-zag di Tol Becakayu
Kebut-kebutan di Tol JORR, Endingnya Pajero Sport-BMW Ringsek!
Perpanjang STNK Tahunan dan 5 Tahunan, Duitnya Buat Apa?