Presiden Direktur ASF Djony Bunarto Tjondro mengatakan, mobnas harus dapat memikat masyarakat dengan kualitas produk yang tergolong baik. Selain itu, mobnas juga harus memiliki layanan purna jual memadai, dan menjaga ketersediaan suku cadang di pasaran.
"Kalau memang produk mobnas terbukti bagus, masalah after sales-nya terjamin, spare part-nya juga tersedia, dan kalau memang pasar memang meminta, ya kenapa tidak? Kami juga pasti masuk ke sana (pembiayaan Mobnas)," kata Djony di Jakarta, Kamis (19/1/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Total pembiayaan kami produk non-Astra 8% dibanding total kinerja kami. Ini bukti bahwa kami tidak menutup diri," jelasnya.
"Termasuk juga Mmobnas. Asal syarat-syarat tadi terpenuhi, mau mereknya Esemka atau apapun akan kami garap. Perlakukannya akan sama dengan merek Eropa, Amerika, atau merek non Astra lain," tegas Djony.
Persyaratan tersebut di atas, tidak lepas dari risiko pembayaran kredit nasabah di kemudian hari. Misalnya, saat produk ada di bawah standarakan sulit bagi nasabah untuk membayar.
"Kalau after sales-nya susah, kami juga jadi repot. Itu saja prinsipnya. Jadi bukan masalah mobnas-nya, tapi keterjaminan pembiayaan itu sendiri," imbuhnya.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Asosiasi Ungkap Biang Kerok 'Krisis Ojol' di Jakarta: Biaya Aplikasi Dipotong Gede!
Provinsi Ini Bolehkan ASN Mudik Pakai Mobil Dinas, Asalkan Bukan buat Pamer
Sewa Rp 160 Juta/Bulan, Segini Harga Mobil Land Rover yang Dipakai Wali Kota Samarinda