Jakarta - Penjualan mobil di Indonesia memang didominasi oleh merek Jepang, bahkan hampir merek-merek berseliweran di jalanan Indonesia adalah merek Jepang, Eropa dan AS. Sementara mobil hasil anak bangsa terbilang nihil. Sehingga muncul anggapan kalau pemerintah pro dengan pabrikan Jepang. Benarkah demikian?
"Bukan pro, dari seluruh produksi nasional yang 880 ribu (produksi mobil per tahun) itu memang hampir 70 persen produksi Jepang sisanya Korea dan Eropa," ujar Menperin MS Hidayat kepada detikOto.
Pasar Indonesia lanjut Hidayat terbuka dengan negara manapun, apalagi kalau mereka mau bekerja sama dengan Indonesia untuk mengisi pangsa pasar mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sangat terbuka. Saya mencari kawan-kawan para pengusaha nasional dan BUMN yang bersedia melakukan investasi di otomotif dalam bentuk industri. Saya belum ketemu," ujarnya.
(ikh/ddn)
Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?