Mobil lokal ini dikembangkan PT Inka menggandeng Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Universitas Hasanuddin.
Mobil untuk usaha ini menggunakan mesin 4 Tak 2 Silinder dengan dua varian 550 cc dan 650 cc. Mobil sedang dirakit di Balai Logam Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulsel, kawasan pergudangan Bontoa, di Jalan Ir Sutami, Makassar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Irman menambahkan pihaknya akan melibatkan pihak perbankan untuk membantu proses pemasaran mobil Moko.
"Kami menargetkan bisa memproduksi 50 unit pertahun, saat ini sudah banyak yang memesan seperti PT Kima dan beberapa perusahaan properti di Makassar," ujar Irman.
Sementara menurut Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, mobil Moko tidak kalah dengan mobil Esemka yang diproduksi siswa SMK di Solo. Ia berharap mobil Moko dapat digunakan oleh kelompok-kelompok tani di pedesaan atau pengusaha UMKM yang tersebar di kabupaten-kabupaten di Sulsel.
"Mobil ini targetnya memang untuk rakyat bagus dipakai usaha, dijualnya berkisar Rp 50 juta, belum perlu dipakai pejabat, yang pasti dirakitnya di Sulsel dengan melibatkan SDM dari Sulsel juga," tutur Syahrul.
Syahrul berharap pihak Kementerian Perhubungan dan Kementerian Perindustrian mengeluarkan sertifikat layak jalan bagi mobil Moko. Ia juga berterimakasih pada pihak PT INKA yang melakukan pendampingan pada teknisi-teknisi muda yang terlibat dalam perakitan mobil Moko di Sulsel.
(mna/ddn)











































Komentar Terbanyak
Segini Hematnya Pakai Motor Listrik, Bisa Nabung Belasan Juta Rupiah!
QR Code Pertalite Kendaraan Nunggak Pajak Disarankan Dihapus
Ramai Aksi Warga Perbaiki Sendiri Jalanan, Padahal Sudah Bayar Pajak Kendaraan