Hal ini disampaikan oleh Menteri Perindustrian MS. Hidayat di kantornya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (9/1/2012).
"Setelah dulu kita gagal, zaman Timor, saya ingin, ketika seminggu saya dilantik itu memang presiden bilang tolong mulai didirikan mobil nasional, saya nggak mau gagal. Makanya setelah 1 tahun saya bereskann soal pertumbuhan dan sebagainya, saya mulai konsentrasi di mobil nasional," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Timor dulu itu gagalnya ya karena tidak bisa bersaing juga. Kedua dulu diproteksi terlalu berlebihan, kemudian waktu itu kita dimarahi WTO, karena memberikan proteksi itu ada batasannya," katanya
Hidayat mengungkapkan, dia sangat terbuka kepada semua kepentingan yang tujuannya berinovasi agar mobil nasional bisa maju. Saat ini kira-kira sudah ada 6 atau 7 orang yang mencoba membuat mobil nasional dan telah selesai uji coba kelaikan jalan dan perizinan.
"Jadi sekarang itu kira-kira sudah ada 6 atau 7 orang itu yang membuat percobaan, sama dengan Esemka cuma waktu itu gak ada Jokowi jadi nggak meledak seperti sekarang, tapi mereka sudah menghasilkan. Nah dari 6 atau 7 itu, mana yang bakal meledak? Saya belum tahu karena mereka baru selesai uji coba kelaikan jalan dan perizinan," katanya.
Adapun 4 mobil nasional yang sudah lulus uji dari Kementerian Perhubungan adalah mobil bermerek Kancil, GEA, Tawon, dan Inobus.
"Mereka nanti akan menghadapi persaingan dengan merek-merek terdahulu yang sudah berpengalaman. Dan pemerintah akan mensupport itu,tapi support kita kan terbatas, insentif fiskal, BMDTP (bea masuk ditanggung pemerintah), membantu membeli melalui anggaran, tapi itu semua kan sementara, pada akhirnya kan harus persaingan bebas yang dihadapi, jangan gagal," katanya.
(hen/syu)












































Komentar Terbanyak
Menlu Sugiono Ungkap Alasan Presiden Prabowo Bawa Maung di KTT ASEAN Filipina
Wacana KDM Hapus Pajak Kendaraan-Diganti Jalan Berbayar: Biar Adil
Kapan Potongan Ojol 8% Mulai Berlaku?