Menurut pemilik dari bengkel 'Kiat Motor' Haji Sukiyat yang merupakan sosok di belakang Esemka, pada dasarnya membuat mobil itu sama.
"Mobil itu kan sama semua. Mirip semua. Dimulai dari bikin sasis lalu diberi bodi. Tapi yang jelas ini (Esemka) adalah inspirasi saya, tidak ambil dari mana-mana," ujarnya ketika dihubungi detikOto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Esemka dan Timor berbeda. Timor itu Korea dan kita (Esemka) Indonesia. Hanya ada beberapa komponen dari China, Korea dan Jepang," kata Guru di SMKN 2 Surakarta itu kepada detikOto, Kamis (5/1/2012).
Untuk blok mesin Esemka, lanjut pria yang akrab disapa Toto itu diproduksi di PT Autocar Industri Komponen (AIK) di Karawang.
Sasisnya buat sendiri berikut pelek yang diproduksi di Indonesia. Sedangkan ring seher, katup, altenator dari Jepang. Untuk sistem injeksi dari Korea. Transmisi berikut kopelnya merek Fuday yang dipesan di China. Tidak hanya itu axle untuk penggerak Esemka juga sengaja didatangkan dari China.
Di tahun 2010 lalu, Humas SMK 1 Singosari Malang Agus Sudarto menuturkan mobil rakitan hasil garapan siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan itu memang berguru kepada industri otomotif di China yang mengutamakan industri rumahan.
Dengan sasaran itu, kata Agus, diharapkan industri otomotif berbasis rumahan akan berkembang pesat. Seperti terjadi di negeri China.
"Jadi sesuai rencana mobil ini akan diproduksi oleh home industry, bukan pabrikan. Dari awal itulah tujuannya," tuturnya.
Esemka yang cantik pun sempat membuat produsen otomotif China tertarik dan mendekati SMK-SMK pembuat Esemka untuk diajak kerja sama.
Pro Kontra Jadi Masukan
Kehadiran mobil Esemka buatan para siswa SMK mendapat sambutan positif dari masyarakat. Tapi bukan berarti tidak ada yang mencela. Namun menanggapi para 'oposisi' ini, salah satu pencetus Esemka menganggapnya sebagai masukan.
"Dalam semua hal pro-kontra itu biasa. Jadi biasa saja ditanggapinya, kita anggap saja semua itu masukan untuk kita," ujar Haji Kiat.
Pria yang akrab disapa Haji Kiat itu memang merupakan salah satu pencetus Esemka. Dialah yang menyediakan bengkel miliknya untuk dipakai para siswa melakukan Praktek Kerja Lapangan atau PKL yang pada akhirnya diarahkan untuk membuat mobil sendiri.
"Terlepas dari semua pro-kontra itu, saya berharap banyak orang yang mau menyumbangkan ilmunya kepada para siswa Indonesia, negara kita pasti makmur. Saya yakin kalau semua membantu, tidak perlu muluk-muluk, bantu sesuai kemampuan saja, kebetulan kemampuan saya di otomotif," tandasnya.
Ketika ditanya tanggapannya mengenai harapan masyarakat dan banyaknya politisi yang menggunakan Esemka sebagai panggung politik, Haji Kiat menanggapinya dengan santai.
"Saya niatnya hanya bantu, terlepas ternyata mobil itu jadi atau tidak, itu tergantung para siswanya. Saya hanya bantu," pungkasnya.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Warga Ngeluh Bayar Pajak Kendaraan Dipersulit, 'Nembak' KTP Asli Rp 700 Ribu
Diborong Proyek MBG, Desain Motor Listrik Emmo Baru Didaftarkan Akhir Tahun Lalu
Spesifikasi Motor Listrik Buat Operasional MBG, Harga Mulai Rp 49 Jutaan