"Memang benar bila pemimpinnya mau memakai kendaraan ini (Esemka) bisa mendorong masyarakat untuk menggunakannya. Secara psikologis itu baik, namun masalahnya setelah dipakai masyarakat bagaimana dengan after market salesnya," ujar pengamat otomotif Martin T Teiseran, kepada detikOto.
"Karena masyarakat membeli kendaraan itu tidak hanya melihat harga murah namun kualitasnya juga perlu diperhatikan. Pertama, Karena pengerjaannya tidak menggunakan mesin ini bisa memungkinkan kendaraan ini tidak memiliki ukuran standar. kedua, bagaimana dengan suku cadang pengganti. Dan ketiga, after sales service," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita semua mendukung mobnas, tapi perlu diingat untuk memasarkannya ini memerlukan biaya yang besar, untuk pembangunan, development, pabrik, melakukan research. Jadi tidak hanya membutuhkan semangat dan keinginan saja. Serta jangan hanya memikirkan jangka pendek saja dan semuanya harus dipikir dan direncanakan," ucapnya.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Menlu Sugiono Ungkap Alasan Presiden Prabowo Bawa Maung di KTT ASEAN Filipina
Wacana KDM Hapus Pajak Kendaraan-Diganti Jalan Berbayar: Biar Adil
Kapan Potongan Ojol 8% Mulai Berlaku?