Diretur Pemasaran PT Toyota-Astra Motor (TAM) Joko Trisanyoto menjelaskan kalau hingga bulan November lalu penjualan PT Toyota Astra Motor di Indonesia telah mencapai angka 288 ribu unit dan tinggal selangkah lagi untuk mencapai angka 300.000 unit tadi.
"Sampai November kita sudah jual 288 ribu unit dengan market share 35,4 persen. Apalagi sebenarnya kita juga sudah melewati target yang ditetapkan di awal tahun yakni 285.000 unit. Jadi kalau 300.000 mungkin bisa ya," ujarnya di Jakarta, Selasa (13/12/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Akhir tahun lalu kita dihantui isu pencabutan subsidi (BBM), kenaikan pajak, BBN (Bea Balik Nama) dan lainnya. Tapi akhirnya kita bisa lalui kuartal pertama (2011) dengan baik," jelasnya.
"Tapi ternyata, belum selesai kuartal pertama berakhir, datang tsunami yang melanda Jepang yang juga berdampak ke Indonesia. Pasar otomotif Indonesia juga terpengaruh," imbuh Joko.
"Setelah itu, kita mulai recovery di Juli dan Agustus. Di Juli ada motor show (Indonesia International Motor Show) yang sukses. Tapi habis Lebaran, ada lagi banjir Thailand. Ini juga berdampak negatif," papar Joko yang mengenakan kostum salah satu tim sepakbola Eropa ini.
"November kita terpengaruh sekali dengan musibah itu, tapi semoga tahun ini berjalan lancar semuanya," lugas Joko.
Di sisi lain, pasar mobil Indonesia secara keseluruhan yang juga terkena dampak masalah-masalah yang tadi di sebutkan Joko, pria ramah ini tetap meyakini kalau pasar mobil Indonesia secara keseluruhan bisa tetap tumbuh.
"Di November pasar (mobil Indonesia) sudah meningkat 21 persen dibanding tahun lalu, kita percaya tahun ini seperti yang sudah ditargetkan Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) pasar kita bisa mencapai 850.000. Kita bisa lewati angka itu," yakin Joko.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas