Akhir tahun 2011 ini produsen mobil terlihat adem ayem saja. Seperti yang terlihat di diler utama Toyota-Astra Motor (TAM) Auto2000.
Auto2000 hanya menawarkan cicilan murah meriah untuk kendaraan hatchback Yaris, MPV All New Avanza dan lainnya. Itupun sebenarnya programnya sudah berlangsung beberapa bulan lalu. Untuk diskon besar-besar dengan tujuan menghabiskan stok mobil Toyota 2011, Auto2000 mengaku belum ada.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Senada dengan Toyota, pabrikan mobil Nissan juga mengaku tidak mengadakan diskon besar-besaran di penghujung 2011 terhadap mobil Nissan yang dipasarkan di Tanah Air. Teddy Irawan, Vice President Director Sales dan Marketing NMI, mengatakan antara deman dan suplai cukup seimbang.
"Progam enggak ada, enggak ada diskon seperti tahun lalu. Stok oke dan aman. Antara Suplai dan demand dan seimbang," kata Teddy.
Sedangkan pabrikan mobil berlogo 'S' Suzuki menyatakan masih cukup konsisten dengan program yang tengah berjalan yakni angsuran lebih murah dan DP ringan. Program tersebut digelontorkan Suzuki hasil kerjasama dengan pihak leasing yakni BCA Finance, OTO Multiartha, Tunas Mandiri Finance, Adira Finance.
Dengan itu tidak satu pun merek mobil Suzuki didiskon dalam strategi penjualan di akhir 2011.
"Ya ikut nerusin program lama saja. Kita cukup konsisten lanjutnya program tersebut apalagi jika lihat respons masyarakat cukup bagus. Program diperpanjang hanya kita tidak berlebihan kalau kita punya keyakinan bahwa program yang kita lauching ditanggapi positif oleh konsumen. Jujur program itu yang dibutuhkan konsumen. yang penting kebutuhan konsumen terpenuhi," kata Endro Nugroho, Direktur Pemasaran PT Suzuki Indomobil Sales (SIS).
Di sisi lain, distributor mobil mewah Lexus pun tidak memiliki program khusus di akhir 2011. Adrian Tirtadjaja, General Manager Lexus Indonesia menjelaskan jika Lexus kekurangan spulai mobil dari Jepang. Karena itu program diskon mobil untuk menghabiskan stok tidak berlaku.
"Enggak ada barang suplai kurang, deman banyak. Sekarang sudah kekurangan barang. Deman kebanyakan suplai dari jepang 500 unit tapi demannya 550 unit. Kurang barang. Kita enggak nyangka setinggi ini indennya," pungkas Adrian.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Bengkel Belum Ada, Kok BGN Nekat Beli 25 Ribu Unit Motor MBG?
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?
Dealer Mobil Jepang Berguguran di RI, Menperin Wanti-wanti Begini