Suzuki Ertiga Siap Masuk Indonesia Dalam Bentuk CKD

Suzuki Ertiga Siap Masuk Indonesia Dalam Bentuk CKD

- detikOto
Rabu, 07 Des 2011 14:10 WIB
Suzuki Ertiga Siap Masuk Indonesia Dalam Bentuk CKD
New Delhi - Pabrikan mobil Suzuki hampir pasti akan meluncurkan Multi Purpose Vehicle (MPV) yang akan menjadi lawan Avanza-Xenia di Indonesia. Kabarnya, mobil ini akan didatangkan secara CKD dari India.

Maruti Suzuki yang menjadi pabrikan mobil terbesar di India berencana akan memperkenalkan MPV anyar bernama Ertiga yang merupakan versi produksi dari mobil konsep rIII di ajang Delhi Auto Show 2012 di awal Januari.

Setelah itu, Maruti Suzuki akan berencana mengekspor MPV anyar tersebut ke berbagai negara Asia termasuk Indonesia secara CKD (Completely Knocked Down).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada potensi besar untuk mengekspor kendaraan dalam bentuk CKD ke banyak pasar di Asia," ungkap Managing Director, Maruti Suzuki India, S Nakanishi.

"Maruti akan bertindak sebagai pemasok mobil terbesar untuk orang tua SMC (Suzuki Motor Corp) dan untuk memulainya kami akan mengirimkan MPV Ertiga dan model baru lainnya mulai tahun depan," tambahnya.

Suzuki Ertiga sendiri adalah MPV 7-seater yang akan didukung oleh mesin bensin 1,4 liter dan mesin diesel 1,3 liter dari Fiat Multijet.

Dimulai dengan Ertiga, Maruti akan pengiriman bagian-bagian awal CKD ke Indonesia diikuti Thailand. Di Indonesia, Suzuki Ertiga akan bersaing dengan produk Jepang lainnya seperti Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia.

Dengan skema seperti itu, maka Suzuki akan mendapatkan bea masuk yang rendah, kurang dari 10 persen. Angka tersebut lebih rendah bila memasukkan mobil ini secara utuh atau completely built up (CBU) yang berada di angka 26 persen.

Komponen-komponen CKD yang akan mulai dikirim oleh Maruti meliputi komponen mesin dan transmisi, tangki bahan bakar, rims roda, rem, suspensi dan bagian kemudi.

Semua bagian tersebut akan diekspor dari pabrik Maruti di Manesar, India. Dengan skema itu pula, Suzuki berharap dapat meningkatkan cengkramannya dari 9 persen saat ini ke tingkat yang lebih tinggi.

(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads