Spontan hal ini ikut menarik perhatian seorang photografer ternama seperti Darwis Triadi, memandang kemacetan dari kacamata kecilnya.
"Di negara ini semua orang melakukan sesuatu itu tidak berdasarkan logika, Namun berdasarkan sebuah teori. Contohnya saja dengan pembuatan TransJakarta, menurut saya ini tidak tepat. Belum adanya busway (TransJakarta) saja kita sudah macet," ujar Darwis Triadi Photografer Senior Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seharusnya kendaraan umum kita itu bisa lebih baik lagi, dan harusnya kita memang sudah memiliki MRT (Mass Rapid Transit). Masa tidak bisa, seharusnya kita bisa menciptakannya, karena kita (Indonesia) itu negara kaya," ujar photografer berkumis itu.
"Namun kebanyakkan dikorupsi ini yang membuat berhenti. Terlebih lagi kita tidak berpikir skala prioritas, tetapi terlalu banyak menggunakan teori, melakukan sesuatu tanpa aplikasi yang benar,"tambahnya.
Darwis yang memilih kendaraan dengan memiliki desain terbaik seperti miliknya Jaguar tahun 2005 ini juga menyayangkan perilaku para pengendara yang tidak disiplin.
"Pengendara kita (Indonesia) jangan samakan diluar negeri, mereka memiliki prilaku yang tepat dan disiplin. Dan kita sangat membutuhkan pembenahan secara menyeluruh dan ini mengenai mental. Segala sesuatu, kesadaran itu yang menjadi dasar penting untukbisa menjadi apa saja, sehingga menurut saya kita merupah sitem dan ola pikir kita," tutupnya.
(lth/ikh)












































Komentar Terbanyak
Agrinas Juga Impor Motor Roda Tiga untuk Kopdes Merah Putih
Muncul Dugaan Indonesia Dijadikan 'Tong Sampah' Pickup India
Pabrik di RI Bisa Produksi 400 Ribu Pick Up, Nggak Perlu Impor untuk Kopdes