Adapun merek-merek ban yang diproduksi oleh MASA antara lain Achilles, Corsa dan Strada.
Hingga triwulan III-2011 penjualan perseroan mencapai Rp 2,08 triliun atau tumbuh 36,51% ketimbang nilai penjualan pada periode yang sama di 2010 sebesar Rp 1,52 triliun. Dari total penjualan tersebut, 74% disumbangkan oleh pasar internasional (ekspor) dan 26% lainnya disumbang oleh pasar domestik. Nilai ini telah melampaui penjualan tahun buku full year 2010 Rp 2,01 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan di pasar ekspor, perseroan menargetkan untuk mengenapkan distributor internasional dari 76 distributor menjadi 100 distributor, dan untuk pasar domestik, dari 88 distributor tingkatkan menjadi 110 distributor pada tahun depan," kata Direktur MASA Uthan M. Arief dalam siaran pers, Kamis (14/11/2011).
Pada akhir September 2011, penjualan ekspor perseroan tumbuh 37% menjadi Rp 1,54 triliun sementara penjualan di pasar lokal tumbuh 36% menjadi Rp 535 miliar.
Untuk pasar ekspor, pasar Amerika menempati pangsa pasar terbesar dengan 20% dari total penjualan ekspor. Disusul kemudian secara berturut-turut, Eropa (16%), Timur Tengah (13%), Asia Pacific (12%), dan Afrika (7%).
Multistrada saat ini memiliki kapasitas produksi ban mobil mencapai 25.000 ban/hari, sementara kapasitas ban motor telah mencapai 16.000/hari. Hingga Desember 2011 kapasitas produksi ditargetkan akan mencapai 8,7 juta unit untuk ban mobil dan 5,6 juta unit untuk ban motor.
Kenaikan volume penjualan tersebut seiring dengan ekspansi dua tahap yang dilakukan perseroan sejak tahun 2010. Pada Juli tahun ini, MASA telah menyelesaikan ekspansi tahap I dengan kapasitas produksi ban mobil ditingkatkan dari 17.500 ban/hari menjadi 22.500 ban/hari dan kapasitas produksi ban motor juga ditingkatkan dari 8.000 ban/hari menjadi 16.000 ban/hari.
Pada akhir tahun ini, Perseroan menargetkan ekspansi tahap II yang akan meningkatkan kapasitas produksi ban mobil menjadi 28.500 ban/hari akan rampung.
(ang/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih