Seperti dilansir Reuters, Minggu (13/11/2011) Badan Nasional Keamanan dan Lalu Lintas AS (NHTSA) juga meminta GM selaku produsen Chevy Volt menyediakan informasi ditel mengenai bagaimana cara GM menangani baterai ion lithium.
AS juga meminta produsen mobil lain yang memproduksi mobil listrik melakukan pemeriksaan serupa untuk mengurangi risiko kebakaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kabarnya kebakaran itu membuat beberapa mobil yang diparkir di dekat mobil ikut terbakar.
GM pun langsung bereaksi dengan insiden ini. "Pertama-tama ingin kami nyatakan kalau Volt adalah mobil yang aman. Kami bekerja sama dengan NHTSA untuk melengkapi investigasi," ujar Kepala Insinyur GM untuk mobil listrik Jim Federico seperti dilansir CNET.
Volt sendiri merupakan mobil listrik tipe extended range. Untuk setiap baterai penuh, mobil bisa melaju hingga 25-50 mil. Namun Volt bisa berjalan jauh lagi karena memiliki mesin bensin 1.400 cc yang bisa membawa Volt hingga 379 mil.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Permintaan Maaf Pemobil yang Konvoi Zig-zag di Tol Becakayu
Kebut-kebutan di Tol JORR, Endingnya Pajero Sport-BMW Ringsek!
Perpanjang STNK Tahunan dan 5 Tahunan, Duitnya Buat Apa?