Dengan sedikit merengut karena tidak diperbolehkan menggunakan kamera atau handphone, kalangan jurnalis Indonesia yang diundang PT Hyundai Mobil Indonesia ke Korea akhirnya mematuhinya.
Ketika detikOto dan media lain memasuki fasilitas seluas 3 juta meter persegi itu baru kami sadar kenapa kami dilarang membawa apapun yang memiliki memory card. Bagaimana tidak, di situ bertebaran mobil-mobil terbaru yang belum dikeluarkan oleh Hyundai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di Eropa, di pabrikan BMW saja gue jarang lihat pemandangan seperti ini," tutur seorang jurnalis otomotif.
Fasilitas R&D milik pabrikan 5 besar dunia ini mulai diresmikan 1995. Fasilitas ini merupakan dapurnya Hyundai dalam menciptakan mobil-mobil dengan desain khas.
Di sini lah, desainer Hyundai merancang mobil mulai dari model tanah liat, proses rendering ke digital, presentasi model sampai pewarnaan mobil.
Setelah itu, mobil-mobil yang baru diproduksi dites lewat serangkaian tes seperti terowongan angin yang mampu menghembuskan angin berkecepatan 200 km per jam, heavy rain/snow chamber, Hot and Cold Chamber, dan EMC Chamber dan sebagainya.

Wind tunnel dengan kipas raksasa berukuran 8,4 meter
Crash test yang menghabiskan kocek Hyundai sebesar US$ 200.000 pun harus dilakukan demi kenyamanan dan keamanan mobil. Mobil ditabrakkan dari depan, belakang, samping dan mobil pun tak jarang digulingkan untuk melihat kekuatan dari pilar-pilar mobil. Dan setelah crash test dilihat pengaruhnya ke mesin dan lainnya.
Di tempat ini pula, Hyundai bisa melepaskan ketergantungannya kepada pabrikan lain dalam hal mesin dan transmisi Seperti diakui Senior Research Engineer Hyundai Motor Company Donghee Han, mengembangkan mesin sendiri lebih murah dari sisi cost ketimbang harus membeli mesin ke pabrikan lain.
Salah satu mesin yang dibanggakan Hyundai adalah mesin yang memiliki transmisi 8 percepatan.
"Mesin itu memiliki kode A8LRI. Artinya berkatup 8 (V8) Large (besar), dan rear wheel drive," ujarnya.

Donghee Han memberikan penjelasan kepada wartawan
Melihat kemajuan itu, memang harus diakui Hyundai merupakan salah satu pabrikan mobil besar dunia.
Padahal tadinya, di tahun akhir 1960an sampai awal 1970an Hyundai adalah sebuah perusahaan yang hanya belajar kepada pabrikan lain dalam membuat mobil. Namun dalam 44 tahun, Hyundai cukup mengejar ketinggalannya dan menjadi salah satu perusahaan terbesar di Korea Selatan.

Museum mobil Hyundai. Mobil pertama Hyundai Pony dipamerkan di sini
Foto-foto: dok Hyundai
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi