Target pencapaian ADM tersebut terbilang cukup ambisius mengingat pabrik milik ADM yang berada di Sunter hanya memiliki kapasitas produksi 330.000 mobil per tahun. Belum lagi masalah pasokan komponen dari Thailand yang saat ini sedang mengalami musibah banjir.
"Tapi kalau shift kerjanya kita tambah, produksinya juga pasti akan nambah. Kalau digenjot lagi sebenarnya bisa sampai 380.000," jelas Presiden Direktur PT Astra Daihatsu Motor Sudirman MR di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan, kini pabrik tersebut telah menjadi pabrik mobil terbesar di Indonesia. Sejak pertama kali eksis di nusantara, Daihatsu telah memproduksi 1 juta unit dalam rentang waktu 1978-2005 untuk kemudian melipat gandakannya 5 tahun kemudian menjadi 2 juta di 2010.
Tidak mau terlena, Daihatsu pun saat ini sedang mempersiapkan sebuah pabrik baru di kawasan Karawang yang diharapkan mampu memproduksi 100.000 mobil pertahunnya.
"Investasi kita sekitar Rp 2 triliun. Pabrik itu akan aktif akhir tahun depan. Kalau pabrik itu aktif, kapasitas produksi kita total jadi 430.000 mobil," ujar Direktur Pemasaran ADM Amelia Tjandra.
Sementara terkait banjir yang melanda Thailand, Sudirman mengakui kalau Indonesia mendapat dampak akibat hal tersebut meski target total penjualan seluruh merek mobil di Indonesia masih tetap bertahan di kisaran 850.000-860.000 unit.
"(Untuk pabrik Daihatsu) November ini masih aman, karena stok komponen masih ada, tapi untuk Desember sedang kita usahakan. Suplai yang tadinya dari Thailand sedang kita pindahkan ke Jepang, kalau urusan ini beres, semua tidak ada masalah," cetusnya.
Sudirman lalu menjelaskan kalau ada berbagai komponen yang masih di suplai dari Thailand. Komponen-komponen itu antara lain terdiri dari komponen kelistrikan dan sistem pengereman.
"Detailnya saya lupa," imbuhnya.
(syu/ddn)










































