Perusahaan mobil asal negeri Bavaria itu pun lebih mengandalkan kendaraan Sedan, Crossover dan SUV di RI.
"BMW tidak tertarik pasarkan MPV di Indonesia," kata Corporate Communications Director BMW Indonesia, Helena Abidin disela-sela acara Bimmerfest 2011 di Bandung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena mobil itu tidak memenuhi standar kita. Kita (BMW) hanya ingin menjual mobil yang tingkat keaerodinamisan tinggi sehingga bisa menghemat bahan bakar. BMW hanya ingin menghadirkan kendaraan dengan driving experience-nya enak. Jadi enak dikendarai," beber Helena.
Alasan Helena lebih memilih Sedan, Crossover dan SUV ketimbang kendaraan MPV juga karena ketiga mobil tersebut lebih ringan daripada mobil berkarakter MPV. "Mobil-mobil yang ringan dan hemat bbm saja," pungkasnya.
Sementara ketika disunggung apakah takut kalah bersaing dalam segi harga, Helena menjawab harga bukan perkara yang besar. Helena menjelaskan BMW Indonesia bisa mematok harga yang sangat kompetitif dari para rival-rivalnya. Namun sekali lagi, ia menjelaskan karena mobil jenis MPV tidak sesuai standar BMW Indonesia yang senantiasa menghadirkan mobil premium namun bisa menekan konsumsi bahan bakar.
"Tidak terpatok dengan harga, hanya saja mobil itu tidak sesuai kriteria kita (BMW)," pasti Helena.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Haram Dilakukan saat Ujian Praktik SIM C, Sepele tapi Bikin Auto Gagal
Insentif Kendaraan Listrik Molor lagi, Ini Alasan Menkeu Purbaya
Harga BBM di Malaysia Turun, Bensin RON 95 Non-subsidi Setara Rp 15 Ribuan