PT Honda Prospect Motor dalam keterangan resminya mengatakan kalau banjir melanda Thailand bagian Pusat dan Utara. Kerusakan yang disebabkan oleh banjir tersebut juga berdampak pada produksi mobil di Honda Automobile (Thailand) Co., Ltd. Factory (HATC, Ayutthaya Plant).
Selain terkena banjir, pasokan komponen pun melanda pabrikan Jepang tersebut sehingga mengakibatkan HATC menghentikan aktivitas produksi sejak tanggal 4 Oktober.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sementara, Indonesia telah melakukan penyesuaian terhadap tingkat produksi mereka akibat terganggunya kiriman komponen dari Thailand," tambah mereka.
Ada kabar yang mengatakan bahwa akibat banjir tersebut, pabrik Honda di Thailand terpaksa harus di tutup hingga 6 bulan ke depan.
"Khusus di Indonesia, seperti yang dilaporkan oleh Honda Motor, aktivitas produksi PT Honda Prospect Motor (HPM) masih tetap berjalan, meskipun untuk sementara waktu disesuaikan menjadi 1 shift dari yang sebelumnya sebanyak 2 shift," imbuh HPM.
"HPM akan terus memantau situasi secara seksama, sementara berusaha semaksimal mungkin untuk menormalisasi tingkat produksi dalam waktu sesingkat-singkatnya," tuntas mereka.
Selain mengurangi waktu produksi, Honda pun dipastikan akan menghentikan pasokan mobil City, Civic, Accord yang selama ini dibawa secara utuh atau Completely Built Up (CBU) dari Thailand.
Sayangnya, Honda tidak menjelaskan bagaimana kondisi pasokan ketiga mobil tersebut di Indonesia apakah masih aman ataukah akan terjadi kelangkaan di pasar.
Pun dengan mobil-mobil lain seperti Honda Freed, Jazz atau CR-V yang beberapa komponennya masih di datangkan dari luar negeri. Belum ada penjelasan pasti.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Jawaban Pindad soal Prabowo Minta Desain Mobil Khusus Presiden Sapa Rakyat
Presiden Prabowo: RI Jangan Cuma Jadi Pasar, Harus Bikin Mobil-Motor Sendiri
BYD Luncurkan Denza N9 Flash Charge: Jarak Tempuh 1.520 Km, Ngecas Cuma 9 Menit