Chief Executive Nissan Motor Co Carlos Ghosn menjelaskan kalau rencana peluncuran mobil dengan baterai listrik yang bisa diisi ulang itu merupakan bagian dari strategi ramah lingkungan yang dibuat Nissan untuk 5 tahun kedepan.
Pabrikan terbesar nomor 2 di Jepang ini juga mengatakan memiliki target menjual 1,5 juta kendaraan listrik hingga tahun fiskal 2017 yang akan berakhir pada Maret 2017 untuk menjadikan pabrikan mobil yang beraliansi dengan Renault SA memimpin segmen zero-emission.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara untuk mobil berbahan bakar hidrogen (fuel cell) Nissan bersama Renault akan mulai bekerja sama dengan pabrikan mobil Jerman Daimler AG untuk menciptakannya.
"Saat Anda mengkombinasi dana research and development dengan investasi itu datang dari tiga perusahaan maka Anda akan menjadi yang terbesar di industri. Tidak ada yang akan dapat menyamai kami," ungkap Ghosn seperti detikOto kutip dari Reuters, Senin (24/10/2011).
Untuk menjadi yang terdepan, selain menyiapkan berbagai strategi tadi, Nissan menurut Ghosn juga berambisi untuk meningkatkan 35 persen pasar mereka di Jepang, China, Eropa dan Amerika Serikat dengan meluncurkan berbagai produk mutahir termasuk mobil hybrid dengan penggerak front-wheel drive hantara 2016 dan 2017 mendatang.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi