VW Belajar Masuk 'Kelas Rendah'

VW Belajar Masuk 'Kelas Rendah'

- detikOto
Rabu, 19 Okt 2011 16:42 WIB
 VW Belajar Masuk Kelas Rendah
Jakarta - Mobil-mobil keluaran VW yang dirakit dan dipasarkan di Indonesia selalu mengacu standar Eropa. Hal ini mengakibatkan harga mobil menjadi tidak merakyat alias mahal. Pabrikan Jerman itu kini mulai belajar untuk merilis kendaraan dengan kelas lebih rendah.

"VW itu sudah mulai mengerti untuk membuat kendaraan untuk kelas rendah, karena dari dahulu kita selalu mengeluarkan kendaraan dengan patokan Eropa. Sudah pasti membuat kendaraan ini menjadi lebih mahal di sini (Indonesia)," ujar CEO PT Garuda Mataram Motor, APM Volkswagen di Indonesia Andrew Nasuri di sela-sela acara VW Cinema Project 2011 di Pondok Indah Mal 2, Jakarta, Rabu (19/10/2011).

Selama ini, mobil VW selalu memiliki keamanan yang tinggi namun hal ini justru menjadi titik lemah karena dari sisi harga tidak bisa bersaing dengan pabrikan Jepang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Iya, inilah yang menjadi kelemahan kita, kita selalu berpatokan ke Eropa. Dengan teknologi yang lebih baik, safety yang lebih baik, lebih Luxury, dan ini yang membuat kendaraan kami menjadi lebih mahal. Andai saja pihak prinsipal itu mau untuk mengurangi standar sedikit saja, pasti akan lain hasilnya. Misalnya pada airbags, kita itu menetapkan airbag atau safety hingga 7-8, sedangkan di Indonesia 2 airbag saja sudah cukup," ujar Andrew.

"Tapi kita (VW) banyak belajar lah dari permasalahan ini," ujar Andrew.

Karena itulah, VW belajar dari Suzuki dengan melakukan kerja sama sejak 2 tahun yang lalu. Meski kerja sama itu kini terancam, VW tetap mempertahankan Suzuki.

"Kalau yang saya dengar sih VW masih mempertahankan, kita masih usahakan untuk melakukan perundingan tapi Suzuki yang sudah tidak ingin untuk berunding. Tapi kita(VW Indonesia) tidak terlalu tau banyak mengenai informasi ini. Tapi ini tidak terlalu ngefek sama kita," ujar Andrew.

(ddn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads