"Ada 4 mahasiswa bimbingan saya yang skripsinya berkaitan dengan mesin mobil SEMAR, sehingga tertunda kelulusannya. Bahkan, 2 dari mahasiswa tersebut sudah diterima kerja di perusahaan," ujar pembimbing tim SEMAR, Dr. Jayan Sentanuhady di situs resmi UGM, Rabu (12/10/2011).
Setelah menyabet the best technical innovation dan juara 3 untuk kelas gasoline di lomba irit Shell Eco-maraton di Kuala Lumpur, Malaysia, hampir 2,5 bulan mobil tersebut tersimpan di gudang Bea dan Cukai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jayan meminta Bea dan Cukai tidak menahan mobil SEMAR terlalu lama dan tidak membebankan biaya tinggi yang bukan kesalahan dari mahasiswa. Jayan menjelaskan bahwa kasus ini sebenarnya bukan yang pertama kali, tahun 2010 lalu tim SEMAR harus mengeluarkan uang tambahan sekitar Rp 30 juta untuk mengeluarkan mobil SEMAR dari Bea Cukai.
"Bagaimana negara ini mau maju, bila barang kompetisi mahasiswa ditahan berbulan-bulan," ujarnya gemas.
Sementara itu, Dirjen Bea dan Cukai Agung Kuswandono ketika dikonfirmasi tidak bisa dihubungi karena masih berada di luar negeri. detikOto yang mencoba menghubunginya lewat telepon genggamnya masih belum diangkat.
Saat akan berangkat ke Malaysia pertengahan tahun lalu, mobil-mobil irit BBM mahasiswa ini dilepas oleh Wapres Boediono.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Intip Garasi Gubernur Terkaya di RI yang Hartanya Tembus Rp 900 Miliar