"Saat ini kita (BMW) memproduksi lokal BMW seri 3 dan X1. Dan untuk BMW X1 sDrive18i Executive ini merupakan kendaraan yang memiliki karakter yang tepat untuk di Indonesia. Dan dengan tampilan yang menarik, luxury, serta mengusung teknologi yang lebih baik, hal ini mungkin bisa mengubah pemikiran konsumen yang telah terbiasa mencintai mobil Jepang maka mereka akan beralih," ujar Helena Abidin, Corporate Communications Director PT BMW Indonesia di Plaza Senayan, Jakarta, Juma (7/10/2011).
Wanita murah senyum ini pun yakin banyak para kawula muda yang sangat mengagumi BMW sebagai kendaraan utama mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini secara finansial masih bisa menguntungkan konsumen, karena konsumen dapat menjual kendaraannya dan masih bisa mendapatkan uang bahkan bisa memiliki kendaraan baru," tambah Helena.
Helena pun semakin yakin dengan bertambahnya armada BMW yang diproduksi di tanah air dapat meningkatkan penjualannya.
"Seri 3 saja kami mencapai 1.117 total penjualan ini naik 20 persen, sedangkan seri 3 kami mencapai 436 unit naik 10 persen, seri 5 mencapai 297 unit naik 31 persen, dan untuk X model mencapai 282 unit dan berkontribusi hingga 25 persen penjualan. Semuanya itu hingga September 2011 dibandingkan September tahun lalu, tahun lalu kami mencapai total penjualan hingga 1.200 unit semoga aja bisa naik," ungkap Helena.
Namun sayang untuk setiap perakitan kendaraan di Indonesia, masih sedikit komponen lokal yang masuk di dalamnya.
"Iya, karena kami memiliki standar yang tinggi. Oleh sebab itu untuk saat ini belum ada, tapi ada kemungkinan akan mengarah ke sana," tutupnya.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Menlu Sugiono Ungkap Alasan Presiden Prabowo Bawa Maung di KTT ASEAN Filipina
Wacana KDM Hapus Pajak Kendaraan-Diganti Jalan Berbayar: Biar Adil
Kapan Potongan Ojol 8% Mulai Berlaku?