Volvo Stop Bikin Mobil Bermesin Besar

Volvo Stop Bikin Mobil Bermesin Besar

- detikOto
Rabu, 21 Sep 2011 12:17 WIB
Volvo Stop Bikin Mobil Bermesin Besar
Stockholm - Pabrikan mobil mewah Volvo menegaskan tidak akan lagi membuat mobil dengan mesin berkapasitas besar. Ini adalah jawaban Volvo pada tren mesin rendah emisi yang ada diperkirakan akan makin menguat di masa depan.

Langkah besar ini akan dimulai pada tahun 2013 mendatang dimana mesin bensin dan diesel mobil-mobil Volvo hanya akan memiliki 3 dan 4 silinder untuk mengantikan posisi mesin 5 dan 6 silinder di mesin bensin serta 5 silinder di mesin diesel.

"Sebelum dekade ini berakhir, semua model Volvo akan memiliki mesin yang tidak lebih dari 4 silinder," ungkap Kepala R&D Volvo Peter Mertens seperti detikOto kutip dari Automotive News, Rabu (21/9/2011).

Langkah revolusioner ini akan dimulai dari keluarga mesin VEA (short for Volvo Environmental Architecture) yang ada diseluruh mobil Volvo yang sudah eksis sekarang ini yang memiliki mesin bensin 1.5 liter dengan 3 silinder dan direct-injection serta mesin diesel 4 silinder berkapasits 2.0 liter.

"Kami akan mengembangkan mesin 4 silinder dengan performa yang lebih tinggi dari mesin 6 silinder sekarang dan konsumsi bahan bakar yang sama dengan mesin 4 silinder saat ini," tambahnya.

Mesin baru yang beratnya lebih ringan 90 kg dari mesin yang ada saat ini dengan keiritan bahan bakar 35 persen merupakan sebuah elemen yang penting bagi Volvo agar bisa mencapai target penjualan mereka yang dipatok di angka 800.000 unit di tahun 2020 naik dari perkiraan penjualan tahun ini yang berada di angka 400-430 ribu unit.

Selain keluarga mesin VEA, keluarga mesin SPA (scalable platform architecture) juga akan kena revolusi Volvo.

Lebih dari itu, Volvo juga akan segera main di segmen mobil ramah lingkungan seperti Hybrid. Volvo pada tahun ini juga sedang mengetes sebuah sistem yang disebut KERS (Kinetic Energy Recovery System) yang mampu menangkap energi ketika mobil melakukan pengereman dan menyimpan energi itu untuk mendorong mobil disaat butuh tenaga tambahan.

Sistem ini sudah diuji coba dan digunakan oleh mobil-mobil Formula 1 dalam beberapa tahun terakhir. "Sistem ini menawarkan ke pengendara tambahan 80 horsepower sementara konsumsi bahan bakar berkurang hingga 20 persen," kata Mertens.

(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads