Hal tersebut terjadi pada Suzuki di India dimana Maruti-Suzuki terpaksa harus menghentikan pesanan hatchback andalan mereka, Swift akibat produksi yang belum stabil.
Hingga kini, Suzuki mengakui sudah menerima inden Swift hingga 90 ribu unit. Dan hingga saat ini mereka baru bisa membuat 1.515 mobil meski memiliki target untuk dapat memproduksi 7.192 mobil sejak diluncurkan sampai sekarang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat ketidak-seimbangan antara minat dan kemampuan Suzuki memproduksi Swift, saat ini para konsumen mereka di India harus menunggu sampai setengah tahun lamanya untuk membawa pulang Swift bermesin diesel. Sementara untuk model bermesin bensin perlu waktu 3-5 bulan inden.
Untuk mengenjot produksi, Suzuki pun kini memaksa produksi Swift di pabrik di Gurgaon setelah sebelumnya hanya memproduksi model ini di pabrik Manesar. Pada hari Kamis lalu pabrik di Gurgaon sudah mulai memproduksi Swift dan berhasil menghasilkan 90 unit.
"Perusahaan akan terus melatih para pekerja baru dalam beberapa hari dan meningkatkan produksi Swift dari tingkat saat ini yang hanya 340 mobil per hari," kata seorang pejabat Suzuki seperti detikOto kutip dari Business Line, Senin (12/9/2011).
"Kami telah memutuskan untuk meningkatkan produksi dari 12.000 mobil per bulan menjadi 17.000. Namun karena masalah tenaga kerja, rencana kami belum benar-benar terwujud," aku Chief General Manager (Marketing), Maruti Suzuki India Mr Shashank Srivastava.
Seperti diberitakan sebelumnya, produksi di pabrik Manesar sempat berhenti selama 13 hari sejak 29 Agustus setelah perusahaan memberhentikan 21 karyawan atas tuduhan sabotase dan masalah kualitas.
"Meskipun ketidak-pastian dalam produksi, telah telah membuat pembatalan pesanan untuk Swift baru. Namun bagaimana pun kami belum akan menerima order dulu," kata Managing Director, Popular Vehicle and Services dealership Mr John Paul.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas