"Perlu dibuat rambu-rambu peringatan, gambar tengkorak boleh saja. Tapi jangan sampai disalahartikan menjadi mistik oleh masyarakat," kata anggota Komisi V DPR Yudi Widana Adia saat dihubungi detikcom, Rabu (9/7/2011).
Yudi menjelaskan, sebenarnya saat meninjau arus mudik lalu, dia sudah mengingatkan Jasa Marga untuk memperbaiki jalur tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain perbaikan dari pihak Jasa Marga, politikus PKS ini juga mengingatkan agar pengendara berhati-hati di ruas di jalur itu.
"Agar waspada di rentang KM yang membahayakan itu," katanya.
Namun menurut Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Danang Parikesit yang diperlukan adalah rumble strip. Rumble strip adalah garis-garis di jalan yang berfungsi untuk mengurangi kecepatan kendaraan sesuai standar. Cara ini efektif untuk mencegah kecelakaan yang timbul karena pengemudi kurang disiplin mengikuti lajur.
"Saya kira yang menjadi persoalan penting, memasang rumble strip untuk mengurangi kecepatan di wilayah kritis dan fatalitas risiko," kata Danang saat berbincang dengan detikcom, Rabu (7/9/2011).
"Jadi membatasi supaya kecepatan dikurangi dalam level yang diterima," sambungnya.
Bagaimana dengan rambu tertentu seperti tengkorak atau monumen bangkai mobil yang pernah kecelakaan? Danang menilai peringatan semacam itu bagus-bagus saja. Namun, dia juga mengingatkan, terlalu banyak rambu justru bisa mengalihkan perhatian pengemudi.
"Itu (rambu tengkorak dan monumen) bagus-bagus saja. Tapi kalau kita lihat yang kita hindari terlalu banyak rambu, jumlah rambu harus diperhatikan. Tapi physical feeling seperti menggunakan rumble strip, bisa menyegarkan yang ngantuk," ucapnya.
Pagi tadi, terjadi sebuah kecelakaan di Tol Cipularang KM 93. Sebuah mobil travel menabrak truk di bagian belakang hingga menyebabkan enam penumpangnya tewas.
Empat hari sebelumnya, terjadi kecelakaan di Km 97 yang melibatkan artis Saipul Jamil. Sang istri Virginia Anggreini tewas dalam insiden maut tersebut.
Dari pemantauan detikOto, di KM 90-100 tol Cipularang dari arah Bandung menuju Jakarta memang jalan mengalami penurunan dan di beberapa ruas jalan kadang agak tidak rata (bumpy). Jadi agak berisiko jika melaluinya dengan kecepatan tinggi misalnya di atas 100 km per jam.
Di jalur ini,pengendara bisa terlena dengan kecepatan karena jalanan menurun. Bahkan ada yang menetralkan gigi kendaraan.
Jasa Marga pun sudah memasang spanduk di jalan tol ini yang mengingatkan pengendara untuk tidak menggunakan gigi netral sepanjang turunan di jalan tol.
(nrl/ddn)












































Komentar Terbanyak
Agrinas Juga Impor Motor Roda Tiga untuk Kopdes Merah Putih
Muncul Dugaan Indonesia Dijadikan 'Tong Sampah' Pickup India
Pabrik di RI Bisa Produksi 400 Ribu Pick Up, Nggak Perlu Impor untuk Kopdes