Dari sisi mesin yang digunakan pun, Camry terbaru untuk pasar Jepang rupanya hanya menggunakan teknologi hybrid. Tak lagi mengandalkan mesin bensin.
Seperti dilansir Reuters, Selasa (6/9/2011), Camry di Jepang hanya menyumbang 1 persen dari penjualan globalnya. Padahal di AS mobil ini merupakan mobil terlaris selama 9 tahun lebih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Toyota pun berharap, Camry hybrid ini bisa mengikuti sukses mobil hybrid lainnya yakni Prius.
Camry hybrid menggunakan mesin 2.500 cc dengan motor listrik dijual seharga 3,04 juta yen sampai 3,8 juta yen di Jepang.
Karena hybrid, angka konsumsi bensinnya pun meningkat dua kali lipat dari versi bensin sebelumnya. Camry hybrid memiliki angka konsumsi bensin 23,4 km per liter.
"Camry tidak terjual sebanyak di AS, jadi kami lebih memfokuskan ke aspek konsumsi bensin untuk di Jepang," ujar Deputy Chief Engineer Toyota Keiichi Yoneda.
Karena hybrid itulah, Toyota pun menerima pemesanan cukup banyak untuk Camry hybrid. Yakni sebanyak 1.700 unit. Angka ini lebih tinggi dari target bulanan sebanyak 500 unit. Camry selama ini terjual rata-rata sebanyak 100 unit per bulan di Jepang atau 1.200 unit per tahun.
Hal ini tentu kontras dengan penjualan di AS, dimana Camry bisa terjual sebanyak 360.000 unit per tahun. Apalagi dengan keluarnya model baru.
(ddn/ddn)










































