Jepang menginginkan masalah Toyota tersebut diselesaikan dengan damai dan tidak membuat ketegangan perdagangan diantara kedua negara.
Seperti detikOto kutip dari Autonews, Senin (5/9/2011), Menteri Transportasi Jepang Seiji Maehara mengatakan kepada Duta Besar AS Roos Yohanes pada 10 Februari 2010 bahwa pemerintah Jepang "ingin memastikan bahwa masalah Toyota tidak merusak hubungan AS-Jepang serta menciptakan hambatan perdagangan."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sang menteri juga menyatakan bahwa melakukan recall bukanlah hal yang negatif untuk produsen mobil. Tetapi sebaliknya itu adalah jalan yang bertanggung jawab demi konsumen.
Saat itu, Duta Besar AS pun menyetujui bahwa mereka tidak boleh membiarkan masalah Toyota ini mempengaruhi hubungan bilateral. Tapi ia juga menjawab "Sangat penting bagi Toyota untuk tetap di menyelesaikan masalah ini."
Seperti diketahui, para konsumen mobil Toyota di Amerika Serikat marah pada Toyota yang dianggap lamban dalam menyelesaikan masalah 'percepatan yang tidak diinginkan' akibat masalah pada karpet mobil dan pedal kendaraan. Akibatnya, Toyota harus menarik jutaan mobil mereka dari pasar Amerika pada akhir 2009 sampai 2010 silam.
Akibat masalah itu pula, pemimpin Toyota sekarang, Akio Toyoda sampai dipanggil ke Kongres Amerika Serikat untuk menjelaskan masalah tersebut pada 24 Februari 2010.
"Bagi birokrat Pemerintah Jepang dan eksekutif otomotif Jepang, setiap dan semua masalah tampaknya secara otomatis akan dapat memicu kenangan gesekan perdagangan bilateral pada 1980-an dan 90-an," demikian tulis kawat diplomatik Amerika.
Selain masalah Toyota tadi, WikiLeaks juga membocorkan beberapa hal terkait industri otomotif Jepang seperti pada kawat tanggal 23 Juni 2009 dimana seorang pejabat Nissan mendesak kedutaan untuk mencari stabilitas di sektor pemasok di AS dan persaingan yang adil di tengah kebangkrutan yang dialami General Motors yang kemudian dibantu pemerintah Amerika.
Dia juga mengatakan Nissan meminjam "uang yang signifikan" dari bank pemerintah Japan Bank for International Cooperation untuk mendukung operasi AS. Dana itu memungkinkan Nissan untuk menekan utang dan mempertahankan garis kredit dari bank-bank swasta selama krisis keuangan.
Selain itu, seorang pejabat Honda pada 3 Agustus 2007 juga mengunjungi kedutaan untuk mengeluhkan tingkat prosedur yang ketat akibat kampanye antiteroris di negeri Paman Sam tersebut telah membuat rantai pasokan Honda terganggu.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi
Isi Surat Edaran Mendagri, Minta Gubernur Se-Indonesia Bebaskan Pajak EV
Kenapa BGN Beli Motor Listrik yang Belum Jelas Dealer-nya?