Pabrikan Mobil Mewah Pasrah DP Kredit Naik

Pabrikan Mobil Mewah Pasrah DP Kredit Naik

- detikOto
Senin, 22 Agu 2011 15:51 WIB
Pabrikan Mobil Mewah Pasrah DP Kredit Naik
Jakarta - Rencana kenaikan uang muka kredit Down Payment (DP) yang bisa mencapai hingga 30 persen membuat produsen mobil mewah pasrah.

"Apabila kebijakan ini memang benar-benar terjadi mau dibilang apa, dan kita bisa melakukan apa. Ini merupakan sebuah regulasi. Dan saya rasa semuanya itu telah dipertimbangkan dengan baik oleh yang berwenang," ujar Rieva Mucshin, Chief Marketing Officer, PT Garansindo Inter Global, sebagai Agen Pemegang Merek dari Dodge-Chrysler-Jeep dan Mopar.

Rieva pun hanya berharap pemerintah telah memperkirakan dampak keseluruhan, bila kebijakan ini benar-benar terlaksana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebenarnya untuk kami sih ini tidak ada masalah, karena target market kami ini golongan B plus, A, dan A plus. Namun ini bisa mengkhawatirkan untuk kendaraan-kendaraan yang memiliki pasar untuk menengah kebawah," kata Rieva.

Namun Rieva pun mengatakan, kebijakan ini pun bisa saja menjadi keputusan yang tepat untuk dunia otomotif. "Bisa saja dengan kebijan ini. Banyak investor yang akan masuk ke dalam negara kita, karena ini juga menandakan perekonomian kita sudah sangat baik yang membuat mereka(investor) lebih yakin dengan kita," tutup Rieva

Sementara itu Presiden Direktur PT Mercedes-Benz Indonesia Rudi Borgenheimer beberapa waktu lalu menjelaskan konsumen Mercy tidak terpengaruh dengan rencana BI tersebut. Pasalnya konsumen Mercy di Tanah Air seperti yang diakui Rudi sudah terbiasa dengan down payment (DP) besar.

"Saya rasa konsumen kita tidak terpengaruh. Konsumen kita terbiasa dengan DP besar yakni 20 persen," kata Rudi.

Menurut Rudi pangsa pasar Mercedes-Benz di Indonesia orang berduit. Pilihan mereka terhadap mobil premium Mercy bukan orang sembarangan.

"Saya rasa mereka orang yang kaya dan sangat spesifik," ucapnya.

Rudi menjelaskan 5 tahun silam sebanyak 30 persen konsumen Mercy membeli mobil Mercy secara kredit, sementara 70 persennya tunai. Namun kini skema itu berubah.

Seperti yang dijelaskan Rudi saat ini sebanyak 60 persen konsumen Mercy membeli mobil secara kredit dan 40 persen tunai. "5 tahun silam 30 persen kredit. Kini 60 persen kredit dan 40 persen tunai," tutupnya.

(ddn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads