"Otomatis akan mengurangi penjualan mobil dan sepeda motor. Jadi mungkin akan mengarah pada pengurangan penjualan kendaraan. Kita melakukan investasi maka kita harus tumbuh. Ekspor kita tidak akan bersiang. Karena apa? kita tidak punya jumlah unit yang kuat untuk ekspor," kata Komisaris Indomobil Gunadi Sindhuwinata.
Menurutnya kredit otomotif tidak bakal menyebabkan bubble (gelembung) dalam ekonomi yang terlalu parah di Indonesia. Justru kredit kendaraan saat ini membaik, karena didorongnya pertumbuhan ekonomi yang baik pula.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satunya seperti yang dijelaskan Gunadi kebutuhan masyarakat Indonesia atas sepeda motor. Sepeda motor lanjut Gunadi masih akan dibutuhkan masyarakat dan itu akan terus berkembang.
Namun jika DP kendaraan motor diberlakukan maka akan berbahaya sekali. Dan pertumbuhan industri otomotif akan terganjal.
"Kredit dengan cara menaikkan DP itu akan berbahaya sekali, dia tidak akan tumbuh maka spiralnya ke bawah dan akan berimbas pada indsutri otomotif," pungkas Gunadi.
"Tahun ini penjualan sepeda motor bisa tembus 8,3 juta unit sampai 8,4 juta unit. Januari - Juli 2011 hampir 4,9 juta unit," ucapnya.
(ddn/ddn)










































