DP Kredit Dinaikkan, Industri Otomotif dalam Bahaya

DP Kredit Dinaikkan, Industri Otomotif dalam Bahaya

- detikOto
Minggu, 21 Agu 2011 15:04 WIB
DP Kredit Dinaikkan, Industri Otomotif dalam Bahaya
Jakarta - Kenaikan uang muka kredit kendaraan atau Down Payment akan membuat Indonesia makin tidak bisa bersaing dari segi industri otomotif. Hal itu akan mengarah pada penurunan penjualan kendaraan. Industri otomotif yang tengah tumbuh pun dalam kondisi berbahaya.

"Otomatis akan mengurangi penjualan mobil dan sepeda motor. Jadi mungkin akan mengarah pada pengurangan penjualan kendaraan. Kita melakukan investasi maka kita harus tumbuh. Ekspor kita tidak akan bersiang. Karena apa? kita tidak punya jumlah unit yang kuat untuk ekspor," kata Komisaris Indomobil Gunadi Sindhuwinata.

Menurutnya kredit otomotif tidak bakal menyebabkan bubble (gelembung) dalam ekonomi yang terlalu parah di Indonesia. Justru kredit kendaraan saat ini membaik, karena didorongnya pertumbuhan ekonomi yang baik pula.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Seperti yang dijelaskan Wiwie Kurnia (Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI)), kredit macet (NPL) berkurang. Bubble itu tidak terjadi di otomotif. Karena sebenarnya demand kendaraan itu masih tinggi sehingga tidak mungkin terjadi bubble," yakin Gunadi.

Salah satunya seperti yang dijelaskan Gunadi kebutuhan masyarakat Indonesia atas sepeda motor. Sepeda motor lanjut Gunadi masih akan dibutuhkan masyarakat dan itu akan terus berkembang.

Namun jika DP kendaraan motor diberlakukan maka akan berbahaya sekali. Dan pertumbuhan industri otomotif akan terganjal.

"Kredit dengan cara menaikkan DP itu akan berbahaya sekali, dia tidak akan tumbuh maka spiralnya ke bawah dan akan berimbas pada indsutri otomotif," pungkas Gunadi.

"Tahun ini penjualan sepeda motor bisa tembus 8,3 juta unit sampai 8,4 juta unit. Januari - Juli 2011 hampir 4,9 juta unit," ucapnya.

(ddn/ddn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads